SulawesiPos.com — Lion Air Group melalui platform BookCabin akan menyelenggarakan “BookCabin Travel Fair” perdana di Mal Ratu Indah (MaRI), Makassar, pada 29–31 Mei 2026 mendatang.
Pameran ini digelar sebagai langkah strategis maskapai untuk tetap menggairahkan sektor pariwisata di tengah fenomena kenaikan harga tiket pesawat akibat melonjaknya harga avtur global dan fluktuasi nilai tukar dolar AS.
Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, mengakui bahwa faktor harga avtur dan nilai tukar dolar AS saat ini sangat memengaruhi industri penerbangan nasional karena berkorelasi langsung pada biaya operasional dan harga tiket.
Meski menghadapi tantangan tersebut, Lion Air Group tetap berkomitmen menjaga konektivitas udara, salah satunya dengan memberikan stimulus berupa promo di pameran ini.
“Makassar dipilih sebagai kota pertama pelaksanaan travel fair karena posisinya strategis sebagai gerbang utama Indonesia Timur. Melalui Bandara Sultan Hasanuddin, Lion Air Group saat ini melayani sekitar 150 penerbangan setiap hari,” ujar Danang dalam keterangannya.
Untuk menyiasati mahalnya harga tiket di pasaran, pameran ini menawarkan berbagai stimulus bagi konsumen.
Di antaranya potongan harga tiket pesawat untuk berbagai rute domestik maupun internasional (Lion Air, Wings Air, Batik Air, Super Air Jet) hingga cashback mencapai Rp1 juta untuk pemesanan personal, grup, maupun bisnis.
Pengunjung juga bisa mengakses fitur bundling tiket dan hotel serta program loyalitas CabinClub melalui aplikasi resmi BookCabin.
Selain memperkuat rute domestik seperti Jakarta, Surabaya, Bali, hingga daerah di Sulawesi dan Maluku, Lion Group juga mengoptimalkan penerbangan umrah nonstop dari Makassar ke Jeddah dengan frekuensi enam kali sepekan.
Makassar termasuk hub penerbangan umroh paling ramai di Indonesia.
Di tengah tekanan biaya avtur, Lion Group juga terus melakukan evaluasi efisiensi operasional.
Beberapa rute dengan tingkat keterisian penumpang rendah seperti Makassar–Poso, Makassar–Raha, dan Makassar–Wakatobi kini sedang dievaluasi, sementara rute Makassar–Toraja dan Makassar–Mamuju disesuaikan frekuensinya menjadi tiga kali sepekan.
Melalui penyelenggaraan di empat kota besar—Makassar, Jakarta, Surabaya, dan Medan—pameran pertengahan tahun ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat untuk melakukan perjalanan, sehingga pergerakan logistik, industri perhotelan, dan pelaku UMKM lokal tidak lesu akibat dampak kenaikan tarif penerbangan. (mn abdurrahman)

