Pemerintah Siapkan 1.000 Dosis Vaksin Rabies untuk Camba usai Kasus Gigitan Anjing

SulawesiPos.com – Pemerintah bergerak cepat memperkuat pengendalian rabies di Kecamatan Camba dan wilayah sekitarnya setelah kasus anjing positif rabies yang menyerang warga menghebohkan masyarakat beberapa hari terakhir.

Sebagai langkah antisipasi, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian menyiapkan sekitar 1.000 dosis vaksin rabies untuk mendukung penanganan di wilayah terdampak.

Tambahan vaksin tersebut disiapkan setelah sebelumnya pemerintah daerah mengusulkan kebutuhan awal sebanyak 500 dosis guna mempercepat vaksinasi hewan penular rabies (HPR).

Vaksinasi darurat kini mulai dilakukan di sejumlah desa sekitar Kecamatan Camba.

Di Desa Cempaniga, petugas memvaksin 25 ekor anjing dan satu ekor kera. Sementara di Desa Cenrana, sebanyak 20 ekor anjing mendapatkan vaksin rabies.

Selain itu, vaksinasi juga dilakukan di Desa Sawaru terhadap dua ekor anjing dan di Desa Pattiro Deceng terhadap seekor kucing peliharaan.

Langkah cepat tersebut dilakukan menyusul ditemukannya seekor anjing positif rabies yang sebelumnya menggigit sedikitnya delapan warga dan memicu kepanikan masyarakat.

BACA JUGA: 
Anjing Positif Rabies di Maros Gigit 8 Warga, Dieksekusi usai Bikin Panik Permukiman

Selain penanganan terhadap hewan, seluruh korban gigitan yang tercatat sebanyak enam orang telah mendapatkan perawatan medis dan suntikan Vaksin Anti Rabies (VAR) dari Dinas Kesehatan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, Jamaluddin, mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi penyebaran rabies.

“Kita juga mengimbau agar warga tidak melepasliarkan hewan peliharaan tanpa pengawasan,” ujarnya, Jumat (9/5/2026).

Ia meminta warga rutin melakukan vaksinasi terhadap hewan peliharaan dan tidak membiarkan hewan berkeliaran tanpa pengawasan.

Pemerintah daerah bersama Balai Besar Veteriner (BBV) Maros juga masih terus melakukan pemantauan terhadap hewan-hewan yang diduga sempat kontak dengan anjing positif rabies tersebut.

Warga diimbau segera melapor apabila menemukan hewan dengan perilaku agresif, sering menggigit, atau menunjukkan gejala rabies agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan penyebaran virus bisa dicegah.

SulawesiPos.com – Pemerintah bergerak cepat memperkuat pengendalian rabies di Kecamatan Camba dan wilayah sekitarnya setelah kasus anjing positif rabies yang menyerang warga menghebohkan masyarakat beberapa hari terakhir.

Sebagai langkah antisipasi, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian menyiapkan sekitar 1.000 dosis vaksin rabies untuk mendukung penanganan di wilayah terdampak.

Tambahan vaksin tersebut disiapkan setelah sebelumnya pemerintah daerah mengusulkan kebutuhan awal sebanyak 500 dosis guna mempercepat vaksinasi hewan penular rabies (HPR).

Vaksinasi darurat kini mulai dilakukan di sejumlah desa sekitar Kecamatan Camba.

Di Desa Cempaniga, petugas memvaksin 25 ekor anjing dan satu ekor kera. Sementara di Desa Cenrana, sebanyak 20 ekor anjing mendapatkan vaksin rabies.

Selain itu, vaksinasi juga dilakukan di Desa Sawaru terhadap dua ekor anjing dan di Desa Pattiro Deceng terhadap seekor kucing peliharaan.

Langkah cepat tersebut dilakukan menyusul ditemukannya seekor anjing positif rabies yang sebelumnya menggigit sedikitnya delapan warga dan memicu kepanikan masyarakat.

BACA JUGA: 
Anjing Positif Rabies di Maros Gigit 8 Warga, Dieksekusi usai Bikin Panik Permukiman

Selain penanganan terhadap hewan, seluruh korban gigitan yang tercatat sebanyak enam orang telah mendapatkan perawatan medis dan suntikan Vaksin Anti Rabies (VAR) dari Dinas Kesehatan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, Jamaluddin, mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi penyebaran rabies.

“Kita juga mengimbau agar warga tidak melepasliarkan hewan peliharaan tanpa pengawasan,” ujarnya, Jumat (9/5/2026).

Ia meminta warga rutin melakukan vaksinasi terhadap hewan peliharaan dan tidak membiarkan hewan berkeliaran tanpa pengawasan.

Pemerintah daerah bersama Balai Besar Veteriner (BBV) Maros juga masih terus melakukan pemantauan terhadap hewan-hewan yang diduga sempat kontak dengan anjing positif rabies tersebut.

Warga diimbau segera melapor apabila menemukan hewan dengan perilaku agresif, sering menggigit, atau menunjukkan gejala rabies agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan penyebaran virus bisa dicegah.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru