Anjing Positif Rabies di Maros Gigit 8 Warga, Dieksekusi usai Bikin Panik Permukiman

SulawesiPos.com – Seekor anjing yang belakangan diketahui positif rabies membuat geger warga di Maros setelah menyerang sedikitnya delapan orang dalam satu kawasan permukiman.

Hewan tersebut akhirnya dieksekusi warga karena dianggap membahayakan keselamatan masyarakat sekitar setelah sempat berkeliaran dan menyerang warga secara agresif.

Peristiwa itu langsung memicu penanganan cepat dari berbagai pihak, mulai dari Balai Besar Veteriner (BBV) Maros, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, hingga aparat keamanan setempat.

Kepala BBV Maros, drh. H. Agustia, mengatakan laporan pertama diterima pada Rabu malam (6/5/2026) setelah warga melaporkan adanya anjing liar yang menggigit sejumlah orang di wilayah Kecamatan Camba.

Mendapat laporan tersebut, tim gabungan langsung turun ke lokasi pada keesokan harinya untuk melakukan pemeriksaan dan penelusuran kasus.

Saat petugas tiba di lokasi, anjing yang diduga menyerang warga ternyata sudah dalam kondisi mati setelah dieksekusi warga setempat.

Petugas kemudian mengambil sampel bagian kepala anjing untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.

BACA JUGA: 
Penghentian Rekrutmen Tenaga Honorer, Maros Kekurangan 475 Guru SD-SMP

“Dalam waktu kurang dari 24 jam sejak kejadian, BBV Maros sudah berhasil menguji sampel otak anjing yang menggigit dan hasilnya positif rabies,” jelas Agustia, Jumat (8/5/2026).

Informasi tersebut langsung diteruskan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Maros agar seluruh korban gigitan segera mendapat penanganan medis lanjutan.

Korban yang mengalami luka gigitan dilaporkan telah menerima Vaksin Anti Rabies (VAR) di fasilitas kesehatan terdekat guna mencegah risiko penularan virus.

Selain itu, pemerintah juga bergerak melakukan vaksinasi darurat terhadap hewan peliharaan di sekitar lokasi kejadian untuk mengantisipasi penyebaran rabies lebih luas.

Sebanyak 50 dosis vaksin rabies telah disalurkan di wilayah terdampak. Pemerintah juga menyiapkan tambahan sekitar 1.000 dosis vaksin dari Kementerian Pertanian sebagai langkah antisipasi.

“Hewan lain yang diduga terpapar juga sudah diamankan dan sementara diobservasi,” tambahnya.

Pihak BBV Maros menyebut hewan lain yang diduga sempat kontak dengan anjing tersebut kini telah diamankan dan masih dalam proses observasi.

BACA JUGA: 
Viral Warga Jemur Gabah di Jalan Bypass Mamminasata, Warganet Sindir hingga Minta Edukasi

Masyarakat diimbau tetap waspada dan segera melapor apabila menemukan hewan dengan perilaku agresif, sering menggigit, atau menunjukkan gejala rabies agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin.

SulawesiPos.com – Seekor anjing yang belakangan diketahui positif rabies membuat geger warga di Maros setelah menyerang sedikitnya delapan orang dalam satu kawasan permukiman.

Hewan tersebut akhirnya dieksekusi warga karena dianggap membahayakan keselamatan masyarakat sekitar setelah sempat berkeliaran dan menyerang warga secara agresif.

Peristiwa itu langsung memicu penanganan cepat dari berbagai pihak, mulai dari Balai Besar Veteriner (BBV) Maros, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, hingga aparat keamanan setempat.

Kepala BBV Maros, drh. H. Agustia, mengatakan laporan pertama diterima pada Rabu malam (6/5/2026) setelah warga melaporkan adanya anjing liar yang menggigit sejumlah orang di wilayah Kecamatan Camba.

Mendapat laporan tersebut, tim gabungan langsung turun ke lokasi pada keesokan harinya untuk melakukan pemeriksaan dan penelusuran kasus.

Saat petugas tiba di lokasi, anjing yang diduga menyerang warga ternyata sudah dalam kondisi mati setelah dieksekusi warga setempat.

Petugas kemudian mengambil sampel bagian kepala anjing untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.

BACA JUGA: 
Pemerintah Siapkan 1.000 Dosis Vaksin Rabies untuk Camba usai Kasus Gigitan Anjing

“Dalam waktu kurang dari 24 jam sejak kejadian, BBV Maros sudah berhasil menguji sampel otak anjing yang menggigit dan hasilnya positif rabies,” jelas Agustia, Jumat (8/5/2026).

Informasi tersebut langsung diteruskan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Maros agar seluruh korban gigitan segera mendapat penanganan medis lanjutan.

Korban yang mengalami luka gigitan dilaporkan telah menerima Vaksin Anti Rabies (VAR) di fasilitas kesehatan terdekat guna mencegah risiko penularan virus.

Selain itu, pemerintah juga bergerak melakukan vaksinasi darurat terhadap hewan peliharaan di sekitar lokasi kejadian untuk mengantisipasi penyebaran rabies lebih luas.

Sebanyak 50 dosis vaksin rabies telah disalurkan di wilayah terdampak. Pemerintah juga menyiapkan tambahan sekitar 1.000 dosis vaksin dari Kementerian Pertanian sebagai langkah antisipasi.

“Hewan lain yang diduga terpapar juga sudah diamankan dan sementara diobservasi,” tambahnya.

Pihak BBV Maros menyebut hewan lain yang diduga sempat kontak dengan anjing tersebut kini telah diamankan dan masih dalam proses observasi.

BACA JUGA: 
Ribuan Peserta MTQ XXXIV Sulsel Gerakkan Ekonomi Maros, Target Rp50 Miliar

Masyarakat diimbau tetap waspada dan segera melapor apabila menemukan hewan dengan perilaku agresif, sering menggigit, atau menunjukkan gejala rabies agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru