HBH Wija to Luwu 2026 Jadi Momentum Konsolidasi Besar Perjuangan Provinsi Luwu Raya

SulawesiPos.com – Kegiatan Halalbihalal (HBH) Wija to Luwu (WTL) tahun 2026 diproyeksikan menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Ketua BPW KKLR Sulawesi Selatan, Hasbi Syamsu Ali, menegaskan bahwa agenda tahunan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan forum strategis untuk menyatukan visi dan langkah seluruh elemen masyarakat Luwu.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Panitia HBH WTL yang digelar di HSA Building pada Minggu (12/4/2026).

Digelar 18 April 2026 di Makassar

Kegiatan HBH WTL 2026 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 18 April 2026, bertempat di Gedung Graha Pena mulai pukul 09.00 WITA.

Mengusung tema “Merajut Silaturahmi, Memperkuat Spirit Perjuangan Provinsi Luwu Raya”, acara ini diharapkan mampu menjadi titik temu berbagai elemen masyarakat dalam memperjuangkan aspirasi daerah otonom baru.

“Halalbihalal ini bukan sekadar tradisi pasca-Ramadhan, tetapi menjadi ajang konsolidasi akbar Wija to Luwu untuk memperkuat komitmen bersama,” ujar Hasbi.

BACA JUGA: 
Diskusi Luwu Raya: Sejarah dan Surat Jadi Modal, Pemekaran Tetap Mengacu UU

Bagian dari Semangat HPRL

Hasbi menjelaskan, HBH WTL 2026 juga merupakan bagian dari semangat Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) yang selama ini menjadi simbol perjuangan masyarakat Luwu.

Menurutnya, tahun ini konsep Semarak HPRL dialihkan menjadi HBH WTL dengan tujuan yang sama, yakni memperkuat perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk menjaga momentum perjuangan tetap hidup dan relevan dalam berbagai forum kebersamaan.

Target Hadirkan Kepala Daerah dan Tokoh Penting

Panitia menargetkan kehadiran berbagai pemangku kepentingan, termasuk kepala daerah se-Luwu Raya, seperti bupati dan wali kota, serta pimpinan dan anggota DPRD.

Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkuat sinergi lintas wilayah dalam mendorong terbentuknya Provinsi Luwu Raya.

Selain itu, tokoh adat seperti Andi Maradang Mackulau juga diundang untuk menghadiri kegiatan tersebut.

Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kota Makassar turut dilibatkan sebagai bentuk dukungan terhadap agenda strategis ini.

BACA JUGA: 
Diskusi Luwu Raya, Jufri Rahman Tegaskan Pemprov Tak Bisa Menghalangi Pemekaran

Diawali Dzikir dan Doa Bersama

Rangkaian kegiatan HBH WTL 2026 akan diawali dengan dzikir, shalawat, dan doa bersama. Hal ini menjadi bentuk ikhtiar spiritual dalam memperjuangkan terbentuknya Provinsi Luwu Raya.

Konsep ini memadukan nilai religius dengan semangat perjuangan, sehingga diharapkan mampu memperkuat solidaritas dan kebersamaan di antara peserta.

Ajakan untuk Diaspora Wija to Luwu

Hasbi juga mengajak seluruh diaspora Wija to Luwu yang berada di Makassar dan sekitarnya untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, kekuatan utama dalam perjuangan ini terletak pada kebersamaan dan soliditas masyarakat Luwu.

“Partisipasi seluruh Wija to Luwu sangat diharapkan, karena kekuatan kebersamaan menjadi kunci utama dalam mewujudkan Provinsi Luwu Raya,” tegasnya.

Doorprize dan Penutup Acara

Sebagai penutup, panitia telah menyiapkan berbagai doorprize menarik yang akan diundi bagi peserta yang hadir.

Selain menjadi daya tarik, hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut.

BACA JUGA: 
Diskusi Luwu Raya, Jufri Rahman Sebut Pemekaran Dapat Sinyal Positif Dari Pemerintah Pusat

Momentum Strategis Perjuangan

Dengan konsep yang menggabungkan nilai spiritual, silaturahmi, dan agenda strategis, HBH WTL 2026 diyakini akan menjadi momentum penting dalam memperkuat perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan antarwarga, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mempercepat terwujudnya aspirasi masyarakat Luwu Raya menjadi daerah otonom baru.

SulawesiPos.com – Kegiatan Halalbihalal (HBH) Wija to Luwu (WTL) tahun 2026 diproyeksikan menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Ketua BPW KKLR Sulawesi Selatan, Hasbi Syamsu Ali, menegaskan bahwa agenda tahunan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan forum strategis untuk menyatukan visi dan langkah seluruh elemen masyarakat Luwu.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Panitia HBH WTL yang digelar di HSA Building pada Minggu (12/4/2026).

Digelar 18 April 2026 di Makassar

Kegiatan HBH WTL 2026 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 18 April 2026, bertempat di Gedung Graha Pena mulai pukul 09.00 WITA.

Mengusung tema “Merajut Silaturahmi, Memperkuat Spirit Perjuangan Provinsi Luwu Raya”, acara ini diharapkan mampu menjadi titik temu berbagai elemen masyarakat dalam memperjuangkan aspirasi daerah otonom baru.

“Halalbihalal ini bukan sekadar tradisi pasca-Ramadhan, tetapi menjadi ajang konsolidasi akbar Wija to Luwu untuk memperkuat komitmen bersama,” ujar Hasbi.

BACA JUGA: 
Diskusi Luwu Raya: Sejarah dan Surat Jadi Modal, Pemekaran Tetap Mengacu UU

Bagian dari Semangat HPRL

Hasbi menjelaskan, HBH WTL 2026 juga merupakan bagian dari semangat Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) yang selama ini menjadi simbol perjuangan masyarakat Luwu.

Menurutnya, tahun ini konsep Semarak HPRL dialihkan menjadi HBH WTL dengan tujuan yang sama, yakni memperkuat perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk menjaga momentum perjuangan tetap hidup dan relevan dalam berbagai forum kebersamaan.

Target Hadirkan Kepala Daerah dan Tokoh Penting

Panitia menargetkan kehadiran berbagai pemangku kepentingan, termasuk kepala daerah se-Luwu Raya, seperti bupati dan wali kota, serta pimpinan dan anggota DPRD.

Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkuat sinergi lintas wilayah dalam mendorong terbentuknya Provinsi Luwu Raya.

Selain itu, tokoh adat seperti Andi Maradang Mackulau juga diundang untuk menghadiri kegiatan tersebut.

Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kota Makassar turut dilibatkan sebagai bentuk dukungan terhadap agenda strategis ini.

BACA JUGA: 
Diskusi Luwu Raya: Di antara Aturan Negara dan Warisan Sejarah, Pemekaran Terjepit Syarat Administratif

Diawali Dzikir dan Doa Bersama

Rangkaian kegiatan HBH WTL 2026 akan diawali dengan dzikir, shalawat, dan doa bersama. Hal ini menjadi bentuk ikhtiar spiritual dalam memperjuangkan terbentuknya Provinsi Luwu Raya.

Konsep ini memadukan nilai religius dengan semangat perjuangan, sehingga diharapkan mampu memperkuat solidaritas dan kebersamaan di antara peserta.

Ajakan untuk Diaspora Wija to Luwu

Hasbi juga mengajak seluruh diaspora Wija to Luwu yang berada di Makassar dan sekitarnya untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, kekuatan utama dalam perjuangan ini terletak pada kebersamaan dan soliditas masyarakat Luwu.

“Partisipasi seluruh Wija to Luwu sangat diharapkan, karena kekuatan kebersamaan menjadi kunci utama dalam mewujudkan Provinsi Luwu Raya,” tegasnya.

Doorprize dan Penutup Acara

Sebagai penutup, panitia telah menyiapkan berbagai doorprize menarik yang akan diundi bagi peserta yang hadir.

Selain menjadi daya tarik, hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut.

BACA JUGA: 
Diskusi Luwu Raya, Jufri Rahman Sebut Pemekaran Dapat Sinyal Positif Dari Pemerintah Pusat

Momentum Strategis Perjuangan

Dengan konsep yang menggabungkan nilai spiritual, silaturahmi, dan agenda strategis, HBH WTL 2026 diyakini akan menjadi momentum penting dalam memperkuat perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan antarwarga, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mempercepat terwujudnya aspirasi masyarakat Luwu Raya menjadi daerah otonom baru.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru