SulawesiPos.com – Warga Dusun Leko, Desa Bontomarannu, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, digegerkan dengan penemuan seorang bayi laki-laki yang masih hidup di area sekitar kandang kambing pada Sabtu (4/4/2026).
Awalnya, warga setempat merasa curiga setelah mendengar suara tangisan yang tidak biasa dari sekitar lokasi.
Mereka sempat mengira suara tersebut berasal dari hewan.
Namun setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata suara itu berasal dari seorang bayi yang dalam kondisi masih hidup.
Penemuan ini sontak membuat warga panik sekaligus prihatin.
Bayi tersebut kemudian segera diamankan dan dilaporkan ke pihak berwajib.
Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
Kasus ini langsung ditangani oleh pihak kepolisian setempat.
Kasat Reskrim Polres Maros, AKP Ridwan, membenarkan adanya kejadian tersebut.
Setelah menerima laporan warga, anggota Polsek Moncongloe langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil penyelidikan awal, polisi menemukan jejak darah yang mengarah ke salah satu rumah warga yang berjarak sekitar 50 meter dari lokasi penemuan bayi.
Temuan ini menjadi petunjuk penting yang kemudian mengarah pada sosok perempuan berinisial SH (45), yang diduga sebagai ibu kandung bayi tersebut.
Pengakuan Pelaku: Melahirkan Sendiri di Kamar Mandi
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, SH akhirnya mengakui perbuatannya.
Ia mengaku telah melahirkan bayi tersebut seorang diri di kamar mandi rumahnya.
Usai proses persalinan, bayi malang itu kemudian dibawa ke belakang rumah dan ditinggalkan di dekat kandang kambing.
Beruntung, bayi tersebut masih dalam kondisi hidup saat ditemukan warga.
Motif: Rasa Malu karena Hubungan di Luar Nikah
Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa tindakan tersebut dilakukan karena pelaku merasa malu.
Bayi itu merupakan hasil dari hubungan di luar pernikahan.
SH diketahui telah berpisah dengan suaminya selama kurang lebih empat tahun, meskipun secara hukum belum resmi bercerai.
Dalam kurun waktu tersebut, ia sempat menjalin hubungan dengan pria lain hingga akhirnya hamil.
Namun, pria tersebut disebut meninggalkannya, sehingga SH menghadapi kehamilan tersebut seorang diri hingga akhirnya melahirkan.
Kondisi Bayi dan Penanganan Lanjutan
Bayi laki-laki tersebut saat ini telah mendapatkan penanganan medis dan berada dalam pengawasan pihak berwenang.
Kondisinya dilaporkan stabil, meskipun sempat berada dalam situasi yang sangat berbahaya.
Sementara itu, pelaku kini telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Polisi juga masih mendalami kasus ini untuk memastikan tidak ada unsur lain yang terlibat.
Fenomena Sosial: Tekanan dan Stigma
Kasus ini kembali membuka mata publik terkait masih kuatnya stigma sosial terhadap kehamilan di luar nikah di masyarakat.
Rasa malu dan tekanan sosial sering kali menjadi faktor yang mendorong tindakan ekstrem seperti penelantaran bayi.
Para ahli menilai pentingnya edukasi serta dukungan sosial bagi perempuan yang menghadapi kondisi sulit, agar tidak mengambil keputusan yang membahayakan nyawa anak.

