SulawesiPos.com – Insiden kekerasan yang terjadi di sebuah tempat hiburan malam di Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, kini dalam penanganan aparat.
Peristiwa tersebut diduga melibatkan oknum anggota kepolisian dan TNI.
Keributan dilaporkan terjadi pada Kamis dini hari, (2/4/2026), di sebuah kafe yang saat itu dipadati pengunjung.
Situasi yang awalnya kondusif berubah ricuh hingga berujung pada aksi saling serang antarindividu di dalam lokasi.
Pihak Polda Sulawesi Selatan menyatakan telah menerima laporan terkait kejadian tersebut.
Dua personel dari Polres Toraja Utara berinisial Aiptu AS dan Bripka IA disebut berada di lokasi saat insiden berlangsung dan kini tengah menjalani pemeriksaan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam).
Kabid Humas Polda Sulsel, Didik Supranoto, menegaskan bahwa proses penanganan akan dilakukan sesuai aturan yang berlaku.
Ia memastikan pemeriksaan terhadap anggota yang diduga terlibat berjalan secara profesional dan transparan.
“Proses penegakan kode etik dan disiplin akan dilakukan secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya dalam konferensi pers dikutip Selasa (7/4/2026).
Di sisi lain, laporan dari pihak korban juga telah diproses oleh penyidik di Polres Toraja Utara untuk mendalami kronologi dan memastikan aspek pidana ditangani secara objektif.
Awal Mula Kejadian
Informasi yang berkembang menyebutkan bahwa insiden tersebut turut melibatkan lima oknum TNI.
Keributan diduga dipicu oleh kesalahpahaman di dalam kafe, yang kemudian memicu adu mulut hingga berujung pada bentrokan fisik.
Komandan Kodim 1414 Tana Toraja, Armal, menjelaskan bahwa situasi mulai memanas saat aktivitas hiburan musik di dalam kafe terhenti, yang kemudian memancing reaksi dari salah satu pengunjung.
Ketegangan tersebut dengan cepat meningkat menjadi aksi kekeran. Sejumlah orang terlihat saling menyerang menggunakan benda di sekitar lokasi, termasuk kursi, yang mengakibatkan beberapa pengunjung mengalami luka serta kerusakan fasilitas kafe.
Kondisi sempat tidak terkendali sebelum akhirnya berhasil diredam oleh pihak kafe dan pengunjung lainnya.
Setelah kejadian, situasi berangsur normal meski meninggalkan dampak kerusakan.
Pihak Kodim 1414 Tana Toraja memastikan bahwa anggota yang diduga terlibat telah diamankan dan diserahkan ke Subdenpom untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.
Mereka juga menegaskan bahwa isu terkait permintaan minuman gratis oleh anggota tidak benar.
Saat ini, proses penyelidikan masih terus berjalan guna mengungkap secara utuh peristiwa tersebut, termasuk memastikan pihak-pihak yang bertanggung jawab.

