SulawesiPos.com – Kasus pengeroyokan yang terjadi di Kafe Valery, Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, menjadi sorotan publik setelah rekaman videonya viral di media sosial.
Insiden yang melibatkan dugaan oknum aparat ini kini tengah dalam proses penyelidikan.
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Rabu malam (1/4/ 2026). Berdasarkan rekaman video yang beredar, suasana di dalam kafe awalnya tampak normal sebelum situasi berubah menjadi ricuh.
Keributan diduga bermula ketika salah satu oknum meminta minuman dari meja pengunjung. Permintaan tersebut disebut tidak mendapat tanggapan, yang kemudian memicu ketegangan di lokasi.
Tak lama berselang, seorang pria yang berada di lokasi diduga langsung menjadi sasaran pengeroyokan oleh sejumlah orang bertubuh besar.
Dalam video, korban terlihat menerima pukulan bertubi-tubi. Tidak hanya menggunakan tangan kosong, pelaku juga tampak memanfaatkan benda di sekitar seperti kursi dan meja untuk menyerang.
Di tengah situasi tersebut, seorang perempuan yang berupaya melerai justru ikut menjadi korban kekerasan. Ia terlihat terkena pukulan saat mencoba menghentikan aksi tersebut.
Rekaman juga memperlihatkan keberadaan seorang pria yang diduga anggota kepolisian di lokasi kejadian.
Namun, hingga kini belum dapat dipastikan apakah yang bersangkutan terlibat dalam aksi pengeroyokan atau justru berusaha melerai.
Akibat kejadian itu, dua orang korban dilaporkan mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan intensif di RS Elim Rantepao.
Dugaan keterlibatan aparat semakin menguat setelah muncul informasi bahwa sejumlah pelaku merupakan oknum TNI dan Polri.
Dari data yang beredar, sedikitnya tujuh orang terindikasi terlibat, terdiri dari lima anggota TNI dari Kodim 1414 Tana Toraja dan dua anggota kepolisian dari Polres Toraja Utara.
Komandan Kodim 1414 Tana Toraja, Letkol Inf Armal, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait insiden tersebut.
Ia menyebut sejumlah anggota yang diduga terlibat telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan internal.
“Anggota yang terlibat telah diamankan dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan untuk proses lebih lanjut sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya dikutip Jumat (3/4/2026).
Ia menambahkan, sebanyak lima personel tengah diperiksa untuk mendalami sejauh mana keterlibatan masing-masing. Penindakan akan dilakukan sesuai hasil pemeriksaan.
Sementara itu, pihak kepolisian juga memastikan proses hukum berjalan. Anggota Polri yang diduga terlibat telah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan oleh Propam.
Hingga kini, aparat gabungan masih terus mengusut kasus tersebut untuk mengungkap kronologi pasti, motif, serta peran masing-masing pihak dalam insiden yang sempat menghebohkan publik tersebut.

