SulawesiPos.com – Insiden pengeroyokan di sebuah kafe di Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, menyisakan luka serius bagi dua korban.
Peristiwa yang terjadi pada Rabu malam, (1/4/2026), itu kini menjadi perhatian publik setelah videonya viral di media sosial.
Kedua korban, masing-masing seorang pria dan perempuan, dilaporkan mengalami luka cukup parah akibat aksi kekerasan tersebut.
Keduanya harus menjalani perawatan intensif di RS Elim Rantepao usai kejadian.
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat seorang pria menjadi sasaran pengeroyokan oleh beberapa orang.
Korban dipukul berulang kali, bahkan pelaku juga menggunakan benda di sekitar lokasi seperti kursi dan meja untuk melancarkan serangan.
Sementara itu, seorang perempuan yang berusaha menghentikan aksi tersebut justru ikut menjadi korban.
Ia terlihat terkena pukulan saat mencoba melerai, hingga akhirnya turut mengalami luka.
Perwakilan korban, Dody, mengatakan pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut secara resmi ke Polres Toraja Utara serta Kodim 1414 Tana Toraja.
“Kami sudah melapor, sekarang menunggu tindak lanjut,” katanya.
Peristiwa ini diduga bermula dari salah satu oknum meminta minuman dari meja pengunjung di dalam kafe, yang kemudian berkembang menjadi aksi kekerasan.
Namun, kronologi pasti masih dalam tahap pendalaman oleh pihak berwenang.
Dugaan keterlibatan aparat pun mencuat. Berdasarkan informasi yang beredar, sedikitnya tujuh orang terindikasi terlibat, terdiri dari lima oknum TNI dari Kodim 1414 Tana Toraja dan dua anggota kepolisian dari Polres Toraja Utara.
Pihak TNI dan Polri memastikan telah mengambil langkah internal terhadap anggota yang diduga terlibat.
Dandim 1414 Tana Toraja Letkol Inf Armal menyatakan bahwa institusinya telah mengambil langkah tegas.
“Anggota yang terlibat sudah ditahan dan saat ini dalam proses pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.
Selain itu, pihak kepolisian juga menegaskan bahwa proses hukum akan tetap berjalan sesuai.

