Stok Aman! Pertamina Pastikan Kuota BBM Bone 83.156 kl, Warga Diimbau Tak Panik

SulawesiPos.com – Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Kabupaten Bone dipastikan dalam kondisi aman.

Berdasarkan data kuota tahun 2026, alokasi Pertalite yang termasuk dalam Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) di wilayah ini mencapai 83.156 kiloliter (kl).

Kuota tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sepanjang tahun, khususnya bagi pengguna kendaraan roda dua dan roda empat yang mendominasi konsumsi BBM bersubsidi di daerah tersebut.

Sales Branch Manager (SBM) Sulselbar II Fuel PT Pertamina Patra Niaga, Muhammad Ridho meminta masyarakat untuk tidak panik dalam membeli BBM.

Kepanikan justru berpotensi memicu lonjakan konsumsi yang tidak wajar dan menyebabkan antrean panjang di sejumlah SPBU.

Dengan alokasi sebesar 83.156 kl ini, distribusi Pertalite di Kabupaten Bone diharapkan tetap lancar dan mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat tanpa kendala berarti.

“Kami mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pengisian berulang-ulang dalam waktu singkat,” tukasnya, Kamis (2/4/2026).

BACA JUGA: 
Lima Desa di Cenrana Butuh Pangan, Bupati Bone Langsung Hubungi Kepala Bulog

Menurutnya, perilaku tersebut memperparah kondisi antrean dan distribusi di lapangan.

“Seharusnya masyarakat membeli secukupnya saja. Karena kepanikan, pengisian di SPBU dilakukan berulang-ulang,” jelasnya.

Selain itu, Pertamina juga meminta operator dan pengawas SPBU untuk lebih tegas dalam mengawasi praktik pengisian BBM, khususnya agar tidak melayani pengisian berulang dalam satu kendaraan dalam waktu berdekatan.

Terkait penggunaan jerigen, Ridho menegaskan hal tersebut diperbolehkan selama disertai rekomendasi resmi.

Ia mencontohkan nelayan yang memang membutuhkan BBM untuk operasional, namun tidak memungkinkan membawa kapal langsung ke SPBU.

“Jerigen itu legal ketika ada rekomendasi. Misalnya nelayan, tidak mungkin membawa kapalnya ke SPBU,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Bone, H Andi Asman Sulaiman memastikan pemerintah daerah bersama pihak terkait akan terus memperketat pengawasan distribusi BBM agar tetap tepat sasaran serta mencegah adanya penyimpangan di lapangan. (kar)

SulawesiPos.com – Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Kabupaten Bone dipastikan dalam kondisi aman.

Berdasarkan data kuota tahun 2026, alokasi Pertalite yang termasuk dalam Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) di wilayah ini mencapai 83.156 kiloliter (kl).

Kuota tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sepanjang tahun, khususnya bagi pengguna kendaraan roda dua dan roda empat yang mendominasi konsumsi BBM bersubsidi di daerah tersebut.

Sales Branch Manager (SBM) Sulselbar II Fuel PT Pertamina Patra Niaga, Muhammad Ridho meminta masyarakat untuk tidak panik dalam membeli BBM.

Kepanikan justru berpotensi memicu lonjakan konsumsi yang tidak wajar dan menyebabkan antrean panjang di sejumlah SPBU.

Dengan alokasi sebesar 83.156 kl ini, distribusi Pertalite di Kabupaten Bone diharapkan tetap lancar dan mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat tanpa kendala berarti.

“Kami mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pengisian berulang-ulang dalam waktu singkat,” tukasnya, Kamis (2/4/2026).

BACA JUGA: 
Antrian Panjang BBM di SPBU Bone, Warga Keluhkan Kelangkaan

Menurutnya, perilaku tersebut memperparah kondisi antrean dan distribusi di lapangan.

“Seharusnya masyarakat membeli secukupnya saja. Karena kepanikan, pengisian di SPBU dilakukan berulang-ulang,” jelasnya.

Selain itu, Pertamina juga meminta operator dan pengawas SPBU untuk lebih tegas dalam mengawasi praktik pengisian BBM, khususnya agar tidak melayani pengisian berulang dalam satu kendaraan dalam waktu berdekatan.

Terkait penggunaan jerigen, Ridho menegaskan hal tersebut diperbolehkan selama disertai rekomendasi resmi.

Ia mencontohkan nelayan yang memang membutuhkan BBM untuk operasional, namun tidak memungkinkan membawa kapal langsung ke SPBU.

“Jerigen itu legal ketika ada rekomendasi. Misalnya nelayan, tidak mungkin membawa kapalnya ke SPBU,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Bone, H Andi Asman Sulaiman memastikan pemerintah daerah bersama pihak terkait akan terus memperketat pengawasan distribusi BBM agar tetap tepat sasaran serta mencegah adanya penyimpangan di lapangan. (kar)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru