SulawesiPos.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan meluruskan informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan penggunaan anggaran sebesar Rp 2 miliar untuk sewa helikopter.
Informasi tersebut dipastikan tidak benar.
Kepala Biro Umum Setda Provinsi Sulawesi Selatan, Suhartono, menjelaskan bahwa angka Rp2 miliar yang ramai diperbincangkan bukanlah dana yang sudah digunakan, melainkan hanya pagu anggaran dalam dokumen perencanaan.
Ia menegaskan, hingga saat ini belum ada realisasi penggunaan anggaran tersebut. Dengan kata lain, dana yang dimaksud belum dibelanjakan sama sekali.
“Anggaran tersebut sudah tercantum dalam perencanaan, namun belum ada realisasi,” kata Suhartono, Kamis (2/4/2026).
Menurutnya, perencanaan anggaran sewa helikopter tersebut disiapkan sebagai langkah antisipatif untuk kondisi tertentu, terutama dalam situasi darurat.
Kebutuhan tersebut mencakup penanganan bencana, evakuasi darurat, hingga mobilitas cepat pada kondisi tertu yang membutuhkan respons segera.
“Sewa helikopter ini diproyeksikan untuk kepentingan mendesak, serta mendukung penanganan kedaruratan seperti bencana banjir, termasuk untuk akses ke wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat,” tambahnya.
Dengan fungsi tersebut, penggunaan helikopter bersifat situasional dan tidak digunakan secara rutin dalam aktivitas pemerintahan.
Pemprov Sulsel juga menegaskan bahwa penggunaan helikopter oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, selama ini tidak menggunakan anggaran pemerintah daerah.
Pemprov Sulsel pun menegaskan komitmennya dalam menjalankan pengelolaan anggaran secara transparan, akuntabel, dan efisien.
Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menerima informasi serta memastikan kebenarannya melalui sumber resmi.

