Lonjakan Arus Balik Lebaran, 171 Ribu Kendaraan Masuk Makassar

SulawesiPos.com – Pergerakan arus balik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah di wilayah Makassar menunjukkan lonjakan signifikan.

Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Selatan mencatat total 171.402 kendaraan telah memasuki kota ini selama periode puncak arus balik.

Plt Kepala BPTD Sulsel, Andy Sanjaya, mengungkapkan bahwa pengawasan dan pelayanan transportasi dilakukan secara intensif selama 18 hari, mulai 13 hingga 30 Maret 2026, guna mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat.

“Sejumlah personil telah disiagakan selama 18 hari,” katanya dikutip dari Antara, Sabtu (28/3/2026).

Data menunjukkan, pada arus balik pertama yang terpantau di Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Maccopa, Kabupaten Maros, jumlah kendaraan pada 23 Maret mencapai 66.208 unit atau meningkat hampir 20 persen.

Selain kendaraan pribadi yang mendominasi lalu lintas, peningkatan juga terlihat pada sektor angkutan umum.

Di terminal tipe A, tercatat 1.819 penumpang menggunakan angkutan darat Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) untuk kembali ke berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

BACA JUGA: 
Mudik Lebaran Makin Padat, Ini 6 Tips Memilih Oleh-Oleh agar Tetap Awet dan Aman Sampai Tujuan

Untuk angkutan penyeberangan, aktivitas juga mulai meningkat dengan 761 penumpang serta 164 kendaraan roda dua dan 86 roda empat yang dilayani, menandakan mulai ramainya mobilitas antarpulau.

Kepadatan lalu lintas sempat terjadi di sejumlah titik, seperti kawasan perbatasan Maros-Makassar di Dusun Bulutaana, serta jalur poros Panaikang di Kabupaten Takalar.

Kemacetan dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari antrean di SPBU, pertemuan arus kendaraan di persimpangan, hingga aktivitas pasar tumpah di jalan-jalan nasional menuju Makassar.

Secara umum, peningkatan volume kendaraan mulai terasa sejak H+1 hingga H+3 Lebaran.

Pada periode tersebut, jalan nasional dan provinsi, terminal, hingga pelabuhan penyeberangan mengalami lonjakan aktivitas.

Meski begitu, pergerakan pada hari pertama arus balik yang memadati jalan raya wilayah UPPKB Maccopa Maros sebanyak 52.322 unit kendaraan atau naik 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Lonjakan mulai terlihat pada hari berikutnya, ditandai dengan meningkatnya jumlah kendaraan serta aktivitas transportasi darat dan penyeberangan.

BACA JUGA: 
Urai Kemacetan Selama Arus Balik, ASDP Bajoe Tambah Empat Trip Kapal

Data UPPKB mencatat 52.872 unit kendaraan yang memadati sejumlah jalan raya. Namun, angka ini mengalami penurunan 0,7 persen dibandingkan tahun 2025.

Tetapi di terminal tipe A, sebanyak 15 bus AKAP dan 61 AKDP dengan 1.466  penumpang memadari terminal.

Bahkan, penyebaran Bajoe, arus kedatangan tercatat 496 penumpang dengan 165 unit kendaraan gabungan roda dua, roda empat, hingga bus, maupun kendaraan angkutan barang.

BPTD memprediksi puncak arus balik berikutnya akan terjadi pada 28 hingga 30 Maret 2026.

Untuk mengurai kepadatan, pemerintah sebelumnya telah mengimbau masyarakat memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA).

Langkah tersebut diharapkan mampu mendistribusikan arus balik secara lebih merata, sehingga kepadatan dapat diminimalkan.

SulawesiPos.com – Pergerakan arus balik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah di wilayah Makassar menunjukkan lonjakan signifikan.

Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Selatan mencatat total 171.402 kendaraan telah memasuki kota ini selama periode puncak arus balik.

Plt Kepala BPTD Sulsel, Andy Sanjaya, mengungkapkan bahwa pengawasan dan pelayanan transportasi dilakukan secara intensif selama 18 hari, mulai 13 hingga 30 Maret 2026, guna mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat.

“Sejumlah personil telah disiagakan selama 18 hari,” katanya dikutip dari Antara, Sabtu (28/3/2026).

Data menunjukkan, pada arus balik pertama yang terpantau di Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Maccopa, Kabupaten Maros, jumlah kendaraan pada 23 Maret mencapai 66.208 unit atau meningkat hampir 20 persen.

Selain kendaraan pribadi yang mendominasi lalu lintas, peningkatan juga terlihat pada sektor angkutan umum.

Di terminal tipe A, tercatat 1.819 penumpang menggunakan angkutan darat Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) untuk kembali ke berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

BACA JUGA: 
Arus Balik Membludak, Antrean Kendaraan di Pelabuhan Bajoe Tembus 1 Kilometer

Untuk angkutan penyeberangan, aktivitas juga mulai meningkat dengan 761 penumpang serta 164 kendaraan roda dua dan 86 roda empat yang dilayani, menandakan mulai ramainya mobilitas antarpulau.

Kepadatan lalu lintas sempat terjadi di sejumlah titik, seperti kawasan perbatasan Maros-Makassar di Dusun Bulutaana, serta jalur poros Panaikang di Kabupaten Takalar.

Kemacetan dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari antrean di SPBU, pertemuan arus kendaraan di persimpangan, hingga aktivitas pasar tumpah di jalan-jalan nasional menuju Makassar.

Secara umum, peningkatan volume kendaraan mulai terasa sejak H+1 hingga H+3 Lebaran.

Pada periode tersebut, jalan nasional dan provinsi, terminal, hingga pelabuhan penyeberangan mengalami lonjakan aktivitas.

Meski begitu, pergerakan pada hari pertama arus balik yang memadati jalan raya wilayah UPPKB Maccopa Maros sebanyak 52.322 unit kendaraan atau naik 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Lonjakan mulai terlihat pada hari berikutnya, ditandai dengan meningkatnya jumlah kendaraan serta aktivitas transportasi darat dan penyeberangan.

BACA JUGA: 
Mudik Lebaran Makin Padat, Ini 6 Tips Memilih Oleh-Oleh agar Tetap Awet dan Aman Sampai Tujuan

Data UPPKB mencatat 52.872 unit kendaraan yang memadati sejumlah jalan raya. Namun, angka ini mengalami penurunan 0,7 persen dibandingkan tahun 2025.

Tetapi di terminal tipe A, sebanyak 15 bus AKAP dan 61 AKDP dengan 1.466  penumpang memadari terminal.

Bahkan, penyebaran Bajoe, arus kedatangan tercatat 496 penumpang dengan 165 unit kendaraan gabungan roda dua, roda empat, hingga bus, maupun kendaraan angkutan barang.

BPTD memprediksi puncak arus balik berikutnya akan terjadi pada 28 hingga 30 Maret 2026.

Untuk mengurai kepadatan, pemerintah sebelumnya telah mengimbau masyarakat memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA).

Langkah tersebut diharapkan mampu mendistribusikan arus balik secara lebih merata, sehingga kepadatan dapat diminimalkan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru