SulawesiPos.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mendorong peningkatan kualitas layanan publik, tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga dengan memperluas akses transportasi bagi masyarakat.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menghadirkan program subsidi penerbangan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah.
Program ini menjadi solusi bagi daerah-daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses, khususnya wilayah kepulauan.
Momentum Idulfitri 2026 turut dimanfaatkan sebagai waktu strategis untuk memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan lebih cepat dan biaya yang lebih terjangkau.
Kehadiran subsidi tersebut dirasakan langsung oleh warga. Hartono, salah satu penumpang rute Makassar-Selayar, mengungkapkan bahwa harga tiket pesawat kini jauh lebih bersahabat dibandingkan sebelumnya.
Ia menyebut, dalam beberapa tahun terakhir, tarif penerbangan mengalami penurunan signifikan berkat intervensi pemerintah.
Tiga tahun lalu, subsidi menekan harga tiket dari Rp600.000-an menjadi sekitar Rp300.000. Kini, dari harga normal di atas Rp700.000-an, tiket dapat diperoleh sekitar Rp400.000.
“Dengan subsidi ini, masyarakat sangat terbantu,” katanya dikutip Jumat (27/3/2026).
Menurut Hartono, transportasi udara menjadi pilihan paling efisien dibandingkan jalur darat dan laut yang memakan waktu lebih lama serta melelahkan.
Ia berharap ke depan frekuensi penerbangan, khususnya rute Makassar-Selayar, dapat ditingkatkan agar mobilitas masyarakat semakin lancar.
“Harapannya bisa tersedia setiap hari, dari Senin sampai Minggu, seperti di daerah lain,” ujarnya.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari prioritas kebijakan daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Sulsel, Andi Munawir, menjelaskan bahwa subsidi penerbangan difokuskan pada rute-rute yang sebelumnya tidak lagi dilayani secara komersial atau belum diminati maskapai.
Ia mengakui, sejumlah rute sempat tersedia, namun harga tiket yang tinggi membuat akses masyarakat menjadi terbatas.
Melalui subsidi ini, pemerintah hadir untuk menjembatani kebutuhan tersebut.
“Melalui subsidi ini, Pemerintah Pemrov Sulsel telah menghadirkan layanan transportasi udara dengan harga yang lebih terjangkau,” ucap Andi Munawir.
Program ini juga merupakan bagian dari kebijakan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, dalam memperkuat konektivitas wilayah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Untuk menjaga keberlanjutan layanan, Pemprov Sulsel telah menetapkan jadwal penerbangan subsidi secara terstruktur sepanjang pekan.
Senin
- Makassar – Bone – Makassar (06.30–07.30 / 11.40–12.40)
- Makassar – Selayar – Makassar (13.10–14.05 / 14.35–15.30)
- Bone – Balikpapan – Bone (08.00–09.20 / 09.50–11.10)
Selasa
- Makassar – Bone – Makassar (06.30–07.30 / 14.30–15.30)
- Bone – Kendari – Bone (08.00–09.45 / 12.45–14.00)
Rabu
- Makassar – Bone – Makassar (10.40–11.40 / 15.50–16.50)
- Bone – Balikpapan – Bone (12.10–13.30 / 14.00–15.20)
Kamis
- Morowali – Bone – Morowali (08.20–09.45 / 12.45–14.00)
- Makassar – Selayar – Makassar (13.15–14.10 / 14.45–15.40)
Jumat
- Makassar – Bone – Makassar (06.30–07.30 / 14.30–15.30)
- Bone – Kendari – Bone (08.00–09.45 / 12.45–14.00)
Sabtu
- Makassar – Selayar – Makassar (10.40–11.50 / 12.50–14.00)
Minggu
- Morowali – Bone – Morowali (08.20–09.25 / 09.55–11.00)
Pengaturan jadwal ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat secara merata, sekaligus memperlancar distribusi barang dan aktivitas ekonomi antarwilayah.

