Operasi Ketupat Pallawa 2026: 184 Kecelakaan Terjadi di Sulsel, 11 Orang Meninggal Dunia

SulawesiPos.com – Polda Sulawesi Selatan mencatat ratusan kasus kecelakaan lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Ketupat Pallawa 2026 pada periode arus mudik Lebaran.

Data sementara hingga 20 Maret 2026, jumlah kecelakaan tercatat sebanyak 184 kasus. Dari total tersebut, 11 orang dilaporkan meninggal dunia akibat insiden di jalan raya.

Direktur Lalu Lintas Polda Sulsel, Pria Budi, menyebut angka korban jiwa tahun ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 22 orang.

“Ada penurunan angka korban jiwa. Tahun lalu itu sebanyak 22 orang, tahun ini 11 orang atau menurun 50 persen. Ini bukti nyata pengawasan secara ketat dan kesadaran masyarakat mulai membuahkan hasil,” katanya Rabu (25/3/2026) dikutip dari Antara.

Selain korban meninggal dunia, kecelakaan juga menyebabkan ratusan korban luka.

Data menunjukkan korban luka ringan pada 2026 mencapai 248 orang, menurun dibandingkan 258 orang pada tahun sebelumnya.

Namun, jumlah korban dengan luka berat justru mengalami peningkatan. Tahun ini tercatat 12 orang mengalami luka berat, sementara pada periode yang sama tahun 2025 hanya empat orang.

BACA JUGA: 
Konflik AS-Iran Meluas, Ratusan Korban Jiwa Berjatuhan di Timur Tengah

Meski sejak awal kepolisian menargetkan Operasi Ketupat tahun ini zero korban jiwa, kenyataannya insiden kecelakaan masih terjadi.

Kepolisian mengingatkan bahwa kecelakaan lalu lintas masih menjadi ancaman serius, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu selama musim hujan. Kelalaian kecil di jalan dapat berujung pada dampak besar.

Masyarakat diimbau untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kewaspadaan, dan mengutamakan keselamatan selama berkendara, baik saat arus mudik maupun arus balik Lebaran.

Sebagai upaya pencegahan, jajaran kepolisian di seluruh wilayah Sulawesi Selatan terus meningkatkan kegiatan preemtif, preventif, serta kolaborasi bersama stakeholder terkait melalui sosialisasi insentif aman berkendara, hingga pengawasan di titik-titik rawan kecelakaan.

Operasi Ketupat Pallawa 2026 digelar untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat selama periode Lebaran, sekaligus menekan angka kecelakaan di jalan raya.

SulawesiPos.com – Polda Sulawesi Selatan mencatat ratusan kasus kecelakaan lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Ketupat Pallawa 2026 pada periode arus mudik Lebaran.

Data sementara hingga 20 Maret 2026, jumlah kecelakaan tercatat sebanyak 184 kasus. Dari total tersebut, 11 orang dilaporkan meninggal dunia akibat insiden di jalan raya.

Direktur Lalu Lintas Polda Sulsel, Pria Budi, menyebut angka korban jiwa tahun ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 22 orang.

“Ada penurunan angka korban jiwa. Tahun lalu itu sebanyak 22 orang, tahun ini 11 orang atau menurun 50 persen. Ini bukti nyata pengawasan secara ketat dan kesadaran masyarakat mulai membuahkan hasil,” katanya Rabu (25/3/2026) dikutip dari Antara.

Selain korban meninggal dunia, kecelakaan juga menyebabkan ratusan korban luka.

Data menunjukkan korban luka ringan pada 2026 mencapai 248 orang, menurun dibandingkan 258 orang pada tahun sebelumnya.

Namun, jumlah korban dengan luka berat justru mengalami peningkatan. Tahun ini tercatat 12 orang mengalami luka berat, sementara pada periode yang sama tahun 2025 hanya empat orang.

BACA JUGA: 
Operasi Ketupat di Bone Pastikan Mudik Aman, Lima Pos Disiapkan Layani Pemudik

Meski sejak awal kepolisian menargetkan Operasi Ketupat tahun ini zero korban jiwa, kenyataannya insiden kecelakaan masih terjadi.

Kepolisian mengingatkan bahwa kecelakaan lalu lintas masih menjadi ancaman serius, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu selama musim hujan. Kelalaian kecil di jalan dapat berujung pada dampak besar.

Masyarakat diimbau untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kewaspadaan, dan mengutamakan keselamatan selama berkendara, baik saat arus mudik maupun arus balik Lebaran.

Sebagai upaya pencegahan, jajaran kepolisian di seluruh wilayah Sulawesi Selatan terus meningkatkan kegiatan preemtif, preventif, serta kolaborasi bersama stakeholder terkait melalui sosialisasi insentif aman berkendara, hingga pengawasan di titik-titik rawan kecelakaan.

Operasi Ketupat Pallawa 2026 digelar untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat selama periode Lebaran, sekaligus menekan angka kecelakaan di jalan raya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru