Basarnas Perketat Pengawasan Jalur Mudik di Bone, Personel Disiagakan di Titik Strategis

SulawesiPos.com – Upaya pengamanan arus mudik Lebaran 2026 terus diperkuat.

Tim dari Basarnas disiagakan di sejumlah titik vital transportasi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, guna memastikan keselamatan para pemudik.

Pengawasan difokuskan pada jalur-jalur utama yang menjadi pusat mobilitas masyarakat, mulai dari transportasi laut, udara, hingga darat.

Salah satu titik utama yang mendapat perhatian adalah Pelabuhan Bajoe, yang menjadi akses penting penyeberangan penumpang.

Kaji Siaga dan Operasi Kantor Basarnas Kelas A Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa tim di lapangan tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga memeriksa kelengkapan alat keselamatan serta sistem navigasi kapal.

“Kami berada di Pelabuhan Bajoe untuk melakukan monitoring dan juga pemeriksaan peralatan safety dan navigasi kapal,” jelasnya Kamis (19/3/2026) dikutip dari Antara.

Langkah ini merupakan bagian dari Siaga SAR Khusus Lebaran 2026, yang bertujuan memastikan kesiapan personel dan peralatan dalam menghadapi potensi kondisi darurat selama periode mudik.

Selain di pelabuhan, pengawasan juga dilakukan di sejumlah titik lain, seperti Bandar Udara Arung Palakka untuk jalur udara, serta Pelabuhan Bajoe Kabupaten Bone, Pelabuhan Siwa di Kabupaten Wajo untuk jalur laut.

BACA JUGA: 
Menaker Terbitkan Surat WFA Saat Libur Nyepi dan Idulfitri 2026, Berikut Link-nya

Sementara itu, jalur darat turut dipantau di sepanjang ruas Trans Sulawesi yang menjadi jalur utama kendaraan pemudik.

“Hal ini dilaksanakan guna memastikan kesiapan-kesiapan alat yang disiagakan dalam membantu bila mana terjadi kendala atau kejadian yang membutuhkan pertolongan saat arus mudik tahun ini,” tambahnya.

Peningkatan pengamanan ini dilakukan seiring dengan tingginya pergerakan masyarakat.

Pemerintah memproyeksikan jumlah pemudik yang masuk ke Sulawesi Selatan pada Lebaran tahun ini mencapai 5,36 juta hingga 5,4 juta orang.

Lonjakan penumpang juga terlihat di sektor transportasi udara. Data dari PT Angkasa Pura Indonesia mencatat, sebanyak 211.177 penumpang telah dilayani melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin selama periode 13 hingga 18 Maret 2026.

Angka ini meningkat sekitar 11,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, pergerakan penumpang di sektor laut juga menunjukkan tren tinggi.

Berdasarkan data PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional IV, hingga H-4 Lebaran tercatat 40.783 penumpang telah melalui pelabuhan, sebanyak 21.396 naik serta 16.389 penumpang turun.

BACA JUGA: 
Jelang Lebaran Tren Pencurian Meningkat, Polres Bone Imbau Warga Perhatikan Barang Bawaan Sebelum Mudik

SulawesiPos.com – Upaya pengamanan arus mudik Lebaran 2026 terus diperkuat.

Tim dari Basarnas disiagakan di sejumlah titik vital transportasi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, guna memastikan keselamatan para pemudik.

Pengawasan difokuskan pada jalur-jalur utama yang menjadi pusat mobilitas masyarakat, mulai dari transportasi laut, udara, hingga darat.

Salah satu titik utama yang mendapat perhatian adalah Pelabuhan Bajoe, yang menjadi akses penting penyeberangan penumpang.

Kaji Siaga dan Operasi Kantor Basarnas Kelas A Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa tim di lapangan tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga memeriksa kelengkapan alat keselamatan serta sistem navigasi kapal.

“Kami berada di Pelabuhan Bajoe untuk melakukan monitoring dan juga pemeriksaan peralatan safety dan navigasi kapal,” jelasnya Kamis (19/3/2026) dikutip dari Antara.

Langkah ini merupakan bagian dari Siaga SAR Khusus Lebaran 2026, yang bertujuan memastikan kesiapan personel dan peralatan dalam menghadapi potensi kondisi darurat selama periode mudik.

Selain di pelabuhan, pengawasan juga dilakukan di sejumlah titik lain, seperti Bandar Udara Arung Palakka untuk jalur udara, serta Pelabuhan Bajoe Kabupaten Bone, Pelabuhan Siwa di Kabupaten Wajo untuk jalur laut.

BACA JUGA: 
9 Korban Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Ditemukan, Satu Masih Dicari

Sementara itu, jalur darat turut dipantau di sepanjang ruas Trans Sulawesi yang menjadi jalur utama kendaraan pemudik.

“Hal ini dilaksanakan guna memastikan kesiapan-kesiapan alat yang disiagakan dalam membantu bila mana terjadi kendala atau kejadian yang membutuhkan pertolongan saat arus mudik tahun ini,” tambahnya.

Peningkatan pengamanan ini dilakukan seiring dengan tingginya pergerakan masyarakat.

Pemerintah memproyeksikan jumlah pemudik yang masuk ke Sulawesi Selatan pada Lebaran tahun ini mencapai 5,36 juta hingga 5,4 juta orang.

Lonjakan penumpang juga terlihat di sektor transportasi udara. Data dari PT Angkasa Pura Indonesia mencatat, sebanyak 211.177 penumpang telah dilayani melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin selama periode 13 hingga 18 Maret 2026.

Angka ini meningkat sekitar 11,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, pergerakan penumpang di sektor laut juga menunjukkan tren tinggi.

Berdasarkan data PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional IV, hingga H-4 Lebaran tercatat 40.783 penumpang telah melalui pelabuhan, sebanyak 21.396 naik serta 16.389 penumpang turun.

BACA JUGA: 
Kapan Sebaiknya Takbiran Idul Fitri 1447 H Dimulai? Ini Waktu yang Dianjurkan

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru