SulawesiPos.com – Penetapan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Sulawesi Selatan akan mengacu pada hasil sidang isbat yang digelar pemerintah pada Kamis (19/3/2026).
Sejalan dengan itu, pemantauan hilal di wilayah ini difokuskan pada dua titik strategis.
Adapun lokasi pengamatan hilal di Sulawesi Selatan:
- Universitas Muhammadiyah Makassar.
- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Parepare.
Kedua titik tersebut menjadi bagian dari jaringan nasional pemantauan hilal yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Data Hisab: Hilal Diprediksi Sudah Terlihat
Secara astronomi, posisi hilal pada hari pengamatan diperkirakan sudah berada di atas ufuk.
Berdasarkan perhitungan hisab, ketinggian hilal di Indonesia berada pada rentang sekitar 0 derajat 54 menit hingga 3 derajat 7 menit.
Sementara itu, sudut elongasi atau jarak sudut antara Matahari dan Bulan diprediksi berkisar antara 4 derajat 32 menit hingga 6 derajat 6 menit.
Meski parameter tersebut menunjukkan peluang terlihatnya hilal, keputusan akhir tetap tidak hanya bergantung pada perhitungan astronomi.
Keputusan Tetap Menunggu Sidang Isbat
Pemerintah tetap menjadikan hasil rukyatul hilal sebagai acuan utama dalam menetapkan awal Syawal.
Data pengamatan dari berbagai daerah, termasuk Sulawesi Selatan, akan dibahas dalam sidang isbat sebelum diumumkan secara resmi.
Dengan demikian, masyarakat diharapkan menunggu hasil keputusan pemerintah sebagai pedoman bersama dalam menentukan waktu pelaksanaan Idulfitri 2026.

