SulawesiPos.com — Menteri Pertanian menyampaikan optimisme besar terhadap sektor pertanian nasional dengan menegaskan bahwa Indonesia kini telah mencapai swasembada pangan, sesuai target yang telah disampaikan pada tahun sebelumnya.
Dalam sambutannya pada acara buka puasa bersama yang digelar di kampung halamannya di Bakungnge Desa Mappesangka Kecamatan Ponre Kabupaten Bone, Sulsel, Mentan mengungkapkan kerinduan untuk kembali ke kampung halaman setiap tahun. Ia menyebut suasana desa dan kehidupan petani memberikan kenyamanan tersendiri.
“Kami setiap tahun kangen kampung. Enak tidur di kampung. Itu karena kami petani,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).
Mentan juga mengingat kembali pidatonya tahun lalu di lokasi yang sama, di mana saat itu dirinya menegaskan target swasembada pangan nasional.
“Alhamdulillah, tahun ini kita sudah swasembada,” tambahnya.
Mentan mengungkapkan bahwa dirinya baru saja menerima telepon dari Presiden yang menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Percakapan tersebut berlangsung sekitar 30 menit dan membahas perkembangan sektor pangan nasional.
Lebih lanjut, ia menyebut Indonesia kini menempati posisi kedua sebagai negara penghasil pangan setelah Brasil. Capaian ini turut didukung oleh peningkatan ekspor yang mencapai 28 persen, tertinggi dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Badan Pangan Nasional tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada Perum Bulog atas peran strategisnya dalam menjaga stabilitas pangan nasional.
“Insya Allah bulan depan stok kita mencapai 5 juta ton,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari penguatan sektor peternakan, pemerintah tengah membangun pabrik pakan dan ayam terintegrasi terbesar di Indonesia Timur yang berlokasi di Kabupaten Bone.
Proyek ini menjadi langkah awal menjadikan Bone sebagai sentra produksi daging ayam untuk memenuhi kebutuhan wilayah Sulawesi, termasuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Anggarannya Rp1,7 triliun. Kita jadikan Bone sebagai penghasil daging ayam dan pemasok utama untuk Pulau Sulawesi,” jelasnya.
Ke depan, pemerintah juga akan mendorong hilirisasi sektor pertanian dan peternakan melalui pembangunan kawasan peternakan terintegrasi yang terhubung dengan industri pakan.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis sektor pertanian dan peternakan. (kar)

