PGRI dan Baznas Salurkan Bantuan untuk Guru Honorer di Gowa, 80 Orang Terima Sembako

SulawesiPos.com – Dukungan terhadap kesejahteraan tenaga pendidik honorer kembali ditunjukkan di Kabupaten Gowa.

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) bersama Badan Amil Zakat Nasional menyalurkan bantuan paket sembako kepada puluhan guru honorer.

Sebanyak 80 guru honorer menerima bantuan tersebut dalam kegiatan yang berlangsung di Kantor PGRI Gowa, Selasa (17/3/2026).

Penyerahan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Gowa, Darmawansyah Muin.

Dalam kesempatan itu, Darmawansyah menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga untuk menjangkau kebutuhan masyarakat, khususnya tenaga pendidik honorer yang masih menghadapi berbagai keterbatasan.

Ia menilai sinergi antara PGRI dan Baznas menjadi langkah konkret dalam menghadirkan bantuan yang tepat sasaran, terlebih di momen Ramadan menjelang Idul Fitri.

“Kami menyampaikan terimakasih kolaborasi atau kerjasama yang baik antara PGRI dan Baznas dengan mengadakan aksi sosial ini yang peduli akan nasib para guru honorer kita,” ungkapnya dikutip dari JawaPos Group.

Status Guru Honorer

Di balik penyaluran bantuan tersebut, Pemkab Gowa juga menyoroti persoalan yang lebih besar, yakni belum jelasnya status ratusan guru honorer.

BACA JUGA: 
Wabup Bone Koordinasi ke Kementan, Perjuangkan Status Honorer Sektor Pertanian

“Kami tentunya prihatin masih banyak tenaga pendidik yang belum memiliki kepastian status, padahal peran mereka sangat vital dalam pembangunan sumber daya manusia,” tambahnya.

Saat ini, diperkirakan sekitar 600 tenaga honorer di Gowa belum terakomodasi dalam skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Menurut Darmawansyah, kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Gowa, tetapi juga menjadi isu nasional, terutama setelah terbatasnya pembukaan formasi PPPK oleh pemerintah pusat.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mendorong agar kebijakan tersebut dapat kembali dibuka, sehingga para guru honorer memiliki peluang untuk mendapatkan kepastian status.

“Ini menjadi perhatian kami. Kami tidak tinggal diam, tetapi terus berupaya agar para guru honorer mendapatkan peluang diangkat menjadi PPPK,” tegas Darmawangsyah.

Ketua PGRI Kabupaten Gowa, Sampe Mangiriang, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian organisasi terhadap para guru honorer yang selama ini tetap mengabdi meski dengan keterbatasan.

“Inisiatif ini lahir dari kepedulian pengurus PGRI yang kemudian diperkuat melalui sinergi dengan Baznas Gowa. Meski bantuan yang diberikan masih terbatas, pihaknya berharap ke depan cakupan penerima manfaat dapat semakin luas” jelasnya.

BACA JUGA: 
Syaharuddin Alrif Ajak Warga Perbanyak Sedekah Saat Safari Ramadhan di Tanru Tedong

SulawesiPos.com – Dukungan terhadap kesejahteraan tenaga pendidik honorer kembali ditunjukkan di Kabupaten Gowa.

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) bersama Badan Amil Zakat Nasional menyalurkan bantuan paket sembako kepada puluhan guru honorer.

Sebanyak 80 guru honorer menerima bantuan tersebut dalam kegiatan yang berlangsung di Kantor PGRI Gowa, Selasa (17/3/2026).

Penyerahan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Gowa, Darmawansyah Muin.

Dalam kesempatan itu, Darmawansyah menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga untuk menjangkau kebutuhan masyarakat, khususnya tenaga pendidik honorer yang masih menghadapi berbagai keterbatasan.

Ia menilai sinergi antara PGRI dan Baznas menjadi langkah konkret dalam menghadirkan bantuan yang tepat sasaran, terlebih di momen Ramadan menjelang Idul Fitri.

“Kami menyampaikan terimakasih kolaborasi atau kerjasama yang baik antara PGRI dan Baznas dengan mengadakan aksi sosial ini yang peduli akan nasib para guru honorer kita,” ungkapnya dikutip dari JawaPos Group.

Status Guru Honorer

Di balik penyaluran bantuan tersebut, Pemkab Gowa juga menyoroti persoalan yang lebih besar, yakni belum jelasnya status ratusan guru honorer.

BACA JUGA: 
Viral Video Cekcok Guru Honorer Jeneponto, Posisi Diganti Adik Kepsek Usai Mengabdi 4 Tahun

“Kami tentunya prihatin masih banyak tenaga pendidik yang belum memiliki kepastian status, padahal peran mereka sangat vital dalam pembangunan sumber daya manusia,” tambahnya.

Saat ini, diperkirakan sekitar 600 tenaga honorer di Gowa belum terakomodasi dalam skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Menurut Darmawansyah, kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Gowa, tetapi juga menjadi isu nasional, terutama setelah terbatasnya pembukaan formasi PPPK oleh pemerintah pusat.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mendorong agar kebijakan tersebut dapat kembali dibuka, sehingga para guru honorer memiliki peluang untuk mendapatkan kepastian status.

“Ini menjadi perhatian kami. Kami tidak tinggal diam, tetapi terus berupaya agar para guru honorer mendapatkan peluang diangkat menjadi PPPK,” tegas Darmawangsyah.

Ketua PGRI Kabupaten Gowa, Sampe Mangiriang, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian organisasi terhadap para guru honorer yang selama ini tetap mengabdi meski dengan keterbatasan.

“Inisiatif ini lahir dari kepedulian pengurus PGRI yang kemudian diperkuat melalui sinergi dengan Baznas Gowa. Meski bantuan yang diberikan masih terbatas, pihaknya berharap ke depan cakupan penerima manfaat dapat semakin luas” jelasnya.

BACA JUGA: 
Kesejahteraan Guru Daerah Masih Timpang, Baleg DPR Soroti Gaji hingga Rp125 Ribu per Bulan

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru