SulawesiPos.com – Jamaah An Nadzir di Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) secara resmi menetapkan pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah bertepatan dengan Jumat, 20 Maret 2026.
Penetapan tersebut disampaikan melalui siaran pers pimpinan An Nadzir setelah dilakukan koordinasi dengan Tim Pemantau Bulan dari sejumlah daerah di Indonesia.
Dalam keterangan resminya, pimpinan An Nadzir menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil pemantauan dan perhitungan astronomis yang dilakukan secara internal, dengan tetap mengharapkan rahmat dan ridho Allah SWT.
“Karena pada hari Kamis 19 Maret 2026 terjadi pergantian bulan (konjungsi/ijtima/new moon) dari Ramadhan ke Syawal pada jam 08.26 WIB dan 09.26 Wita, demi kehati-hatian agar tidak berpuasa di awal Syawal karena hukumnya haram, maka dihimbau kepada jamaah untuk berbuka puasa pada waktu/jam tersebut,” demikian salah satu poin penjelasan dalam rilis tersebut.
Pimpinan An Nadzir juga menegaskan bahwa pelaksanaan Idul Fitri tidak memungkinkan dilakukan pada Kamis, 19 Maret 2026, karena waktunya telah terlewati.
Selain itu, dicontohkan bahwa Rasulullah SAW melaksanakan salat Idul Fitri pada pagi hari.
“Pada hari Kamis 19 Maret 2026 sudah tidak memungkinkan lagi kita lebaran karena waktunya sudah lewat. Nabi SAW mencontohkan pelaksanaan lebaran pada pagi hari. Dan Insyaa Allah di sore harinya, posisi hilal di atas ufuk Barat sekitar 3–4 derajat,” lanjut keterangan tersebut.
Sehubungan dengan itu, Jamaah An Nadzir menetapkan pelaksanaan Salat Hari Raya Idul Fitri 1447 H akan digelar pada Jumat pagi.
“Insyaa Allah An Nadzir akan melaksanakan Shalat Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2026 M Jumat 20 Maret 2026 M Jam 07.00 WITA,” demikian pengumuman resmi yang ditandatangani oleh Al Ustadz WassM. Samiruddin Pademmui.
Penetapan ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi seluruh Jamaah An Nadzir di berbagai wilayah Indonesia dalam menyambut dan melaksanakan Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

