307 Masjid di Sulsel Siap Layani Pemudik, Ini Lokasi Rest Area Utamanya

SulawesiPos.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mulai mematangkan kesiapan menghadapi arus mudik Lebaran 2026.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menghadirkan delapan titik rest area berbasis masjid di jalur strategis lintas kabupaten/kota.

Program yang diberi nama “Rest Area Andalan Hati” ini dirancang untuk memberikan ruang istirahat yang aman dan nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jauh menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sulsel, Andi Munawir, menjelaskan bahwa fasilitas ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan perjalanan mudik berlangsung aman dan nyaman.

Menurutnya, pemanfaatan masjid sebagai rest area dipilih karena lokasinya strategis sekaligus memiliki fasilitas yang dibutuhkan pemudik untuk beristirahat sejenak dari perjalanan panjang.

Tak hanya sebagai tempat singgah, beberapa titik juga menyediakan takjil dan minuman sederhana untuk membantu pemudik yang masih menjalankan ibadah puasa.

“Kami menyiapkan kue-kue takjil dan minuman-minuman,” sebut Andi Munawir dikutip Rabu (18/3/2026).

BACA JUGA: 
Pembebasan Lahan Stadion Sudiang Belum Tuntas, DPRD Sulsel Desak Pemprov Bayar Ganti Rugi Rp18 Miliar

Sebaran Rest Area di Jalur Mudik Sulsel

Delapan titik rest area tersebut tersebar di berbagai wilayah penting. Di Kota Makassar, fasilitas ini tersedia di Masjid H. Fajar Rahmah di Jalan Perintis Kemerdekaan.

Untuk jalur selatan, pemudik dapat beristirahat di Masjid Besar Raudhatusshalihin di Kabupaten Gowa serta Islamic Center Dato’ Tiro di Kabupaten Bulukumba.

Sementara di jalur tengah dan utara, rest area disiapkan di Masjid Akbar Lappariaja (Bone) dan Masjid Agung (Sidrap).

Khusus wilayah Toraja Utara, terdapat dua titik yaitu Masjid Besar Rantepao dan Masjid Nurul Jihad Lapandan.

Adapun untuk jalur menuju Luwu Raya, Masjid Agung Syuhada Masamba di Kabupaten Luwu Utara juga difungsikan sebagai tempat istirahat pemudik.

Andi Munawir mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri selama perjalanan. Ia meminta pengendara memanfaatkan rest area jika mulai merasa lelah.

Dukungan Kementerian dan Data Pergerakan Pemudik

Program ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi yang mendorong optimalisasi fasilitas publik, termasuk masjid, sebagai titik istirahat selama musim mudik.

BACA JUGA: 
Pemprov Sulsel Gelar Ramadhan Leadership Camp, Akan Dihadiri 851 ASN

Dalam koordinasi bersama Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, pemerintah pusat menilai Sulsel memiliki peran strategis dalam arus mudik nasional, baik sebagai daerah asal maupun tujuan.

Berdasarkan data Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, Sulsel masuk enam besar daerah asal pemudik dengan potensi pergerakan sekitar 3,92 juta orang atau 2,7 persen dari total pergerakan nasional.

Sementara sebagai daerah tujuan, jumlah kedatangan diperkirakan mencapai 5,36 juta orang atau 3,40 persen dari total pergerakan nasional, menempatkan Sulsel di lima besar nasional.

Untuk mendukung kelancaran arus mudik, pemerintah juga mendorong penyediaan fasilitas pendukung di masjid seperti area parkir, sanitasi, air bersih, hingga pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi.

Secara keseluruhan, terdapat 307 masjid di Sulawesi Selatan yang berpotensi dimanfaatkan sebagai rest area tambahan selama periode mudik Lebaran.

Pemanfaatan masjid ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan di titik-titik transportasi utama, serta meningkatkan kenyamanan dan keselamatan perjalanan masyarakat.

BACA JUGA: 
Progres Pembangunan Stadion Sudiang Terbaru, Pematangan Lahan dan Infrastruktur Terus Dikebut

SulawesiPos.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mulai mematangkan kesiapan menghadapi arus mudik Lebaran 2026.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menghadirkan delapan titik rest area berbasis masjid di jalur strategis lintas kabupaten/kota.

Program yang diberi nama “Rest Area Andalan Hati” ini dirancang untuk memberikan ruang istirahat yang aman dan nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jauh menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sulsel, Andi Munawir, menjelaskan bahwa fasilitas ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan perjalanan mudik berlangsung aman dan nyaman.

Menurutnya, pemanfaatan masjid sebagai rest area dipilih karena lokasinya strategis sekaligus memiliki fasilitas yang dibutuhkan pemudik untuk beristirahat sejenak dari perjalanan panjang.

Tak hanya sebagai tempat singgah, beberapa titik juga menyediakan takjil dan minuman sederhana untuk membantu pemudik yang masih menjalankan ibadah puasa.

“Kami menyiapkan kue-kue takjil dan minuman-minuman,” sebut Andi Munawir dikutip Rabu (18/3/2026).

BACA JUGA: 
Pemprov Sulsel Gas Perbaikan Jalan di Luwu Raya, Tujuh Ruas Masuk Tahap Lelang

Sebaran Rest Area di Jalur Mudik Sulsel

Delapan titik rest area tersebut tersebar di berbagai wilayah penting. Di Kota Makassar, fasilitas ini tersedia di Masjid H. Fajar Rahmah di Jalan Perintis Kemerdekaan.

Untuk jalur selatan, pemudik dapat beristirahat di Masjid Besar Raudhatusshalihin di Kabupaten Gowa serta Islamic Center Dato’ Tiro di Kabupaten Bulukumba.

Sementara di jalur tengah dan utara, rest area disiapkan di Masjid Akbar Lappariaja (Bone) dan Masjid Agung (Sidrap).

Khusus wilayah Toraja Utara, terdapat dua titik yaitu Masjid Besar Rantepao dan Masjid Nurul Jihad Lapandan.

Adapun untuk jalur menuju Luwu Raya, Masjid Agung Syuhada Masamba di Kabupaten Luwu Utara juga difungsikan sebagai tempat istirahat pemudik.

Andi Munawir mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri selama perjalanan. Ia meminta pengendara memanfaatkan rest area jika mulai merasa lelah.

Dukungan Kementerian dan Data Pergerakan Pemudik

Program ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi yang mendorong optimalisasi fasilitas publik, termasuk masjid, sebagai titik istirahat selama musim mudik.

BACA JUGA: 
Jokowi Tiba di Makassar, Hadiri dan Beri Arahan di Penutupan Rakernas PSI

Dalam koordinasi bersama Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, pemerintah pusat menilai Sulsel memiliki peran strategis dalam arus mudik nasional, baik sebagai daerah asal maupun tujuan.

Berdasarkan data Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, Sulsel masuk enam besar daerah asal pemudik dengan potensi pergerakan sekitar 3,92 juta orang atau 2,7 persen dari total pergerakan nasional.

Sementara sebagai daerah tujuan, jumlah kedatangan diperkirakan mencapai 5,36 juta orang atau 3,40 persen dari total pergerakan nasional, menempatkan Sulsel di lima besar nasional.

Untuk mendukung kelancaran arus mudik, pemerintah juga mendorong penyediaan fasilitas pendukung di masjid seperti area parkir, sanitasi, air bersih, hingga pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi.

Secara keseluruhan, terdapat 307 masjid di Sulawesi Selatan yang berpotensi dimanfaatkan sebagai rest area tambahan selama periode mudik Lebaran.

Pemanfaatan masjid ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan di titik-titik transportasi utama, serta meningkatkan kenyamanan dan keselamatan perjalanan masyarakat.

BACA JUGA: 
Pemprov Sulsel Target 255 Km Ruas Jalan Rampung April 2026

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru