Kue Diduga Mentah dari Menu MBG Diterima Siswa SD di Minasatene Pangkep, Orang Tua Protes

SulawesiPos.com – Sejumlah siswa sekolah dasar di Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep, dilaporkan menerima kue bolu yang diduga belum matang dari menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Peristiwa tersebut terjadi saat makanan dari salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dibagikan kepada siswa.

Beberapa anak disebut mendapatkan kue bolu dengan kondisi tidak matang sempurna dan bertekstur bantat.

Dilansir dari JawaPos Group Senin (16/3/2026), salah seorang orang tua siswa berinisial H mengaku kecewa setelah mengetahui makanan yang diterima anaknya berada dalam kondisi tersebut.

Menurut H, makanan yang disalurkan kepada para siswa, termasuk di SDN 14 Minasatene, seharusnya telah melalui proses pemeriksaan kualitas sebelum dibagikan.

Ia khawatir kondisi makanan yang tidak matang dapat berdampak pada kesehatan anak-anak.

Ia juga mempertanyakan standar pengawasan terhadap menu yang disediakan dalam program tersebut.

“Jujur kami juga tidak mengerti apakah ahli gizinya sengaja dengan konsep seperti ini,” ungkapnya.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Pangkep, Amrin, belum memberikan tanggapan terkait keluhan berulang mengenai menu makanan dari SPPG di wilayah tersebut.

Baca Juga: 
Usai Viral Menu Lele Mentah, Operasional Program MBG di Pamekasan Dihentikan Sementara

SulawesiPos.com – Sejumlah siswa sekolah dasar di Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep, dilaporkan menerima kue bolu yang diduga belum matang dari menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Peristiwa tersebut terjadi saat makanan dari salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dibagikan kepada siswa.

Beberapa anak disebut mendapatkan kue bolu dengan kondisi tidak matang sempurna dan bertekstur bantat.

Dilansir dari JawaPos Group Senin (16/3/2026), salah seorang orang tua siswa berinisial H mengaku kecewa setelah mengetahui makanan yang diterima anaknya berada dalam kondisi tersebut.

Menurut H, makanan yang disalurkan kepada para siswa, termasuk di SDN 14 Minasatene, seharusnya telah melalui proses pemeriksaan kualitas sebelum dibagikan.

Ia khawatir kondisi makanan yang tidak matang dapat berdampak pada kesehatan anak-anak.

Ia juga mempertanyakan standar pengawasan terhadap menu yang disediakan dalam program tersebut.

“Jujur kami juga tidak mengerti apakah ahli gizinya sengaja dengan konsep seperti ini,” ungkapnya.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Pangkep, Amrin, belum memberikan tanggapan terkait keluhan berulang mengenai menu makanan dari SPPG di wilayah tersebut.

Baca Juga: 
Presiden Prabowo Anugerahi Tanda Bintang Jasa ke Kepala BGN  

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru