SulwesiPos.com – Warga Kabupaten Bone yang bekerja di Morowali, Sulawesi Tengah, mulai memanfaatkan jalur udara untuk mudik melalui Bandara Arung Palakka.
Data pergerakan penumpang menunjukkan, sebanyak 57 penumpang tercatat berangkat dari Morowali menuju Bone, sementara 19 penumpang dari Bone menuju Morowali melalui penerbangan yang terhubung dengan Bandara Arung Palakka.
Mayoritas penumpang merupakan perantau asal Bone yang bekerja di kawasan industri Morowali dan memilih pulang kampung lebih awal.
Mereka memanfaatkan jalur udara karena dinilai lebih cepat dan efisien dibandingkan perjalanan darat maupun laut yang memakan waktu lebih lama.
Selain memangkas waktu perjalanan, kehadiran Bandara Arung Palakka juga memberikan kemudahan akses transportasi bagi masyarakat Bone yang bekerja di luar daerah, termasuk di kawasan industri Morowali yang menjadi salah satu pusat aktivitas pekerja asal Sulawesi Selatan.
Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Arung Palakka, Andi Indar Gunawan S.E, M.M. mengatakan, peningkatan jumlah penumpang dari Morowali menuju Bone diperkirakan akan terus bertambah mendekati masa libur dan musim mudik, seiring banyaknya perantau yang pulang ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga.
Andi Indar juga mengatakan, nantinya akan ada posko mudik yang dibentuk di Bandara Arung Palakka, untuk melayani para pemudik.
“Insya Allah tanggal 13 Maret kita bentuk posko mudik,” pungkasnya kepada wartawan SulawesiPos.com, Kamis (12/3/2026).
Terpisah, Bupati Bone, H Andi Asman Sulaiman memberikan apresiasi kepada para perantau asal Kabupaten Bone yang memilih pulang kampung dengan memanfaatkan layanan penerbangan melalui Bandara Arung Palakka.
“Alhamdulillah, meningkatnya jumlah perantau yang mudik melalui bandara tersebut menunjukkan bahwa keberadaan Bandara Arung Palakka semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya warga Bone yang bekerja di luar daerah,” kata bupati.
Perantau yang bekerja di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah, kini memilih jalur udara untuk kembali ke kampung halaman karena lebih cepat dan efisien. (kar)

