SulawesiPos.com – Sebanyak 84 personel disiagakan dalam pelaksanaan Operasi Ketupat untuk mengamankan arus mudik dan aktivitas masyarakat selama periode Lebaran di Kabupaten Bone.
Dalam operasi ini, aparat juga mendirikan lima titik pos yang tersebar di sejumlah lokasi strategis guna memastikan keamanan, kelancaran lalu lintas, serta pelayanan bagi para pemudik.
Pos tersebut terdiri dari satu pos terpadu, tiga pos pengamanan, dan satu pos pelayanan.
Pos terpadu didirikan di kawasan Taman Arung Palakka yang menjadi salah satu pintu masuk utama pemudik ke Kabupaten Bone.
Sementara itu, pos pengamanan ditempatkan di beberapa titik keramaian, yakni di kawasan BTC, Lapri, serta Ajangale.
Selain itu, satu pos pelayanan juga didirikan di Pelabuhan Bajoe untuk melayani masyarakat yang menggunakan jalur laut.
Pendirian pos-pos tersebut mempertimbangkan potensi peningkatan arus mudik di sejumlah titik transportasi dan pusat aktivitas masyarakat.
Petugas di setiap pos juga disiapkan untuk merespons cepat apabila terjadi kepadatan atau kemacetan lalu lintas.
Dengan adanya pos di lokasi strategis tersebut, personel yang bertugas dapat segera melakukan pengaturan lalu lintas maupun memberikan bantuan kepada masyarakat.
“Pos ini didirikan dengan mempertimbangkan arus mudik. Jika terjadi kemacetan, petugas di pos terdekat dapat segera melakukan backup untuk mengurai kepadatan,” ungkap Kasat Lantas Polres Bone, AKP Musmulyadi SPdI kepada wartawan SulawesiPos.com, Kamis (12/3/2026).
Melalui Operasi Ketupat ini, diharapkan arus mudik dan aktivitas masyarakat selama perayaan Idul Fitri di Kabupaten Bone dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.
Sebelumnya, Kepolisian Resor Bone menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat-2026” dalam rangka pengamanan dan pelayanan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman Mapolres Bone.
Apel gelar pasukan dipimpin langsung oleh Bupati Bone Andi Asman Sulaiman selaku inspektur upacara.
Turut hadir Kapolres Bone Sugeng Setio Budhi, Dandim 1407/Bone La Ode Muhammad Idrus, Dandenpom Bone Wijaya Ardi, Danyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Sulsel Rudi Mandaka, Kepala Basarnas Bone, Kepala Jasa Raharja Bone, serta sejumlah undangan lainnya.
Selain itu, kegiatan tersebut juga dihadiri para pejabat utama Polres Bone serta para Kapolsek jajaran.
Bupati Bone selaku inspektur upacara membacakan amanat Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang menegaskan bahwa Operasi Ketupat merupakan langkah strategis untuk menjamin keamanan masyarakat selama perayaan Idul Fitri dan masa libur Lebaran.
“Guna memastikan keamanan dan kelancaran perayaan Idul Fitri dan libur Lebaran, Polri dengan didukung TNI dan stakeholder terkait menyelenggarakan operasi terpusat dengan sandi Ketupat-2026 selama 13 hari, mulai tanggal 13 sampai 25 Maret 2026 dengan melibatkan 161.243 personel gabungan,” demikian amanat Kapolri yang dibacakan oleh Bupati Bone.
Operasi Ketupat 2026 mengedepankan sinergitas antara Polri, TNI, serta instansi terkait guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran.
Dalam pelaksanaan operasi di wilayah hukum Polres Bone, personel akan melaksanakan pengamanan dan pelayanan masyarakat pada sejumlah pos yang telah disiapkan, di antaranya Pos Pelayanan Pelabuhan Bajoe, Pos Pengamanan Bone Trade Center, Pos Terpadu Taman Arung Palakka, Pos Pengamanan Ajangale, serta Pos Pengamanan Lapri.
Melalui Operasi Ketupat 2026 ini, diharapkan seluruh rangkaian perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di Kabupaten Bone dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar, serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam merayakan hari kemenangan bersama keluarga. (kar)

