SulawesiPos.com – Program Semarak Ramadhan Bank Indonesia (Serambi) berlangsung meriah di Kabupaten Bone, Senin (2/3/2026).
Acara ini dikoordinir Bank Sulselbar Cabang Bone dan berlangsung di Novena Hotel Kota Watampone.
Kegiatan Serambi Sultan Lontara dibuka langsung Bupati Bone, H Andi Asman Sulaiman SSos MM dan dihadiri langsung Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel, Ricky Satria.
Juga hadir pimpinan cabang Bank Sulselbar, Bank BRI, Bank BNI, Bank Muamalat, Bank Danamon, Bank Panin, Band Mandiri, Bank BTN, serta Bank BCA.
Bupati, pada kesempatan itu, mengapresiasi perbankan yang banyak membantu program pemerintah daerah.
Perbankan, lanjut, Bupati juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi melalui CSR dan program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Di samping itu, Bupati juga mengapresiasi adanya program Serambi yang dimana programnya, menyiapkan layanan penukaran uang.
Ada 20 loket dari 9 bank yang menyediakan layanan penukaran uang di Novena Hotel.
“Kita apresiasi program ini, apalagi selama ramadhan dan menjelang hari raya idul Fitri ini, kebutuhan masyarakat terhadap pecahan uang kecil sangat besar. Baik itu infak, sedekah, maupun THR. Adanya layanan penukaran uang ini sangat tepat dan sangat membantu. Kami Pemkab Bone mengapresiasi adanya program Serambi Bank Indonesia,” jelas bupati.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel, Ricky Satria didampingi Kepala Bank Sulselbar Cabang Bone, Anas mengatakan, dalam program ini, BI menyiapkan sekitar 1.000 paket penukaran uang.
Batas maksimal penukaran ditetapkan sebesar Rp5,3 juta per orang, dengan komposisi pecahan mulai dari Rp50.000 hingga Rp1.000.
“Program Serambi Sultan Lontara rutin dilaksanakan setiap tahun. Pada intinya kegiatan ini mengajak masyarakat untuk lebih mencintai rupiah,” tukasnya.
Meski fokus pada penukaran uang tunai, sistem yang digunakan sudah sepenuhnya terdigitalisasi melalui pendaftaran online guna menghindari antrean panjang dan potensi kerumunan tidak terkendali.
“Penukarannya pun juga bisa menggunakan QRIS, sehingga tidak perlu lagi tarik uang tunai di ATM untuk ditukarkan dengan pecahan yang lebih kecil,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, BI juga mengedukasi masyarakat melalui gerakan “Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah”.
Warga diingatkan untuk mengenali keaslian uang dengan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) serta merawat uang dengan prinsip 5J.
Selain itu, masyarakat didorong memanfaatkan transaksi digital seperti QRIS dan layanan perbankan elektronik yang cepat, mudah, aman, dan efisien.
Kegiatan Serambi Sultan Lontara 2026 diharapkan tidak hanya mempermudah masyarakat memperoleh uang baru menjelang Idulfitri, tetapi juga memperkuat stabilitas sistem keuangan daerah serta mendukung kelancaran aktivitas ekonomi di wilayah Bone, Soppeng, Wajo dan Sinjai. (kar)

