SulawesiPos.com – Pasca Lebaran, sebuah film lokal asal Tana Luwu akan segera memasuki tahap produksi.
Film bergenre kolosal berjudul Macan Betina dari Timur ini diangkat dari kisah nyata perjuangan pahlawan perempuan Luwu, Opu Daeng Risadju, yang hidup pada rentang tahun 1880 hingga 1964.
Cerita film tersebut diadaptasi dari novel karya Sarma Hadeang dan mengisahkan perjuangan Opu Daeng Risadju melawan penjajahan Compani Belanda hingga Jepang.
Produksi film ini akan melibatkan sejumlah artis nasional dari Jakarta yang berkolaborasi dengan aktor-aktor lokal dari Makassar dan Palopo.
Film ini diproduksi oleh Pagi Pagi Kreatif bekerja sama dengan Yayasan Wanua Tana Luwu yang dipimpin langsung oleh Sarma Hadeang.
Kolaborasi juga dilakukan pada sektor kru, dengan melibatkan tim dari Jakarta, Makassar, dan Palopo.
Proyek film ini disutradarai oleh Rimba Brother, yakni Joni, Dedit, dan Sony, yang sebelumnya merampungkan proses syuting film terbaru mereka di Makassar dan Gowa.
Judulnya Twist Sthethoscope (Cinta di Ujung Takdir), adaptasi dari novel karya Syahrul Sutte yang dijadwalkan rilis pada Januari 2026.
Sony F. Rimba menyampaikan bahwa setelah Lebaran, proses produksi akan diawali dengan tahapan pemilihan pemain.
Hal ini juga dibenarkan oleh Hamka Pradifta selaku line producer yang menyebutkan akan digelar open casting di Makassar dan Palopo.
“Setelah itu team kami akan hunting lokasi diKota wilayah kota Palopo, Belopa, Masamba, Malili, Parepare dan Kota Makassar,” ujarnya.
Sarma Hadeang menegaskan bahwa produksi film ini bertujuan untuk menanamkan sekaligus melestarikan nilai-nilai perjuangan Opu Daeng Risadju kepada generasi muda agar sejarah lokal tidak dilupakan.
Film Macan Betina dari Timur direncanakan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia, termasuk jaringan XXI dan Platinum XXI di Kota Palopo.

