SulawesiPos.com – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang mengumumkan capaian pertumbuhan ekonomi tertinggi di Provinsi Sulawesi Selatan berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025.
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyebutkan pertumbuhan ekonomi daerahnya mencapai 7,71 persen, tertinggi di antara 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
“Alhamdulillah, kabupaten kita menjadi juara satu pertumbuhan ekonomi mencapai 7,71 persen (data BPS) di Sulsel. Tentu capaian yang sangat baik, dan ini berkat kerja sama semua pihak yang ikut membantu,” kata Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif di Sidrap, Minggu (1/3/2026).
Berdasarkan data BPS, Sidrap berada di posisi teratas, diikuti Kabupaten Luwu dengan 7,43 persen, Kabupaten Wajo 7,16 persen, dan Kabupaten Gowa 7,04 persen.
Daerah lain mencatat pertumbuhan ekonomi di kisaran enam persen, antara lain Kabupaten Jeneponto 6,59 persen, Kabupaten Luwu Utara 6,17 persen, serta Kabupaten Sinjai 6,05 persen.
Sementara itu, wilayah dengan pertumbuhan ekonomi sekitar lima persen meliputi Kota Makassar 5,34 persen, Kabupaten Barru 5,16 persen, dan Tana Toraja 5,01 persen, sedangkan capaian di bawah empat persen tercatat di Kepulauan Selayar 3,98 persen, Kabupaten Luwu Timur 3,7 persen, dan Kabupaten Bantaeng 2,56 persen.
Jika ditinjau secara historis, pertumbuhan ekonomi Sidrap dalam periode 2018–2025 menunjukkan tren fluktuatif, dari 5,02 persen pada 2018, turun menjadi 4,65 persen pada 2019, hingga terkontraksi 0,59 persen pada 2020 saat pandemi COVID-19.
Capaian 7,71 persen pada 2025 menjadi yang tertinggi dalam delapan tahun terakhir dan mempertegas posisi Sidrap sebagai salah satu motor penggerak ekonomi baru di Sulawesi Selatan, terutama melalui sektor pertanian, perdagangan, dan sektor pendukung lainnya.
Motivasi Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Rakyat
Selain mencatat prestasi secara statistik, capaian ini juga dinilai memperkuat optimisme terhadap keberlanjutan pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berdaya saing di tingkat regional maupun nasional.
“Capaian ini menjadi motivasi kami untuk terus meningkatkan kesejahteraan ekonomi rakyat melalui pemberdayaan para petani meningkatkan hasil panennya,” papar Wakil Ketua DPRD Sulsel 2019–2024 itu.
Menurut Syaharuddin, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi masyarakat dan petani yang mulai mengubah pola pikir dalam meningkatkan produksi, termasuk pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, serta alat dan mesin pertanian (alsintan) demi pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Ada beberapa hal yang diubah di tengah masyarakat selama kepemimpinan saya bersama ibu Wakil Bupati Nurkanaah agar hasil pertanian masyarakat meningkat. Saya melaksanakan eksekusi program di lapangan, dan Ibu Nurkanaah bekerja di wilayah administrasi, sehingga inilah capaiannya, masyarakat sejahtera,” katanya.

