24 C
Makassar
1 March 2026, 7:19 AM WITA

Satlantas Polres Bone Atensi Titik Rawan Balap Liar

SulawesiPos.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bone telah memetakan titik rawan balap liar selama bulan suci ramadhan.

Titik-titik tersebut dipetakan berdasarkan laporan masyarakat dan hasil patroli Satlantas dalam beberapa malam terakhir.

Kasat Lantas Polres Bone, AKP Musmulyadi aksi balap liar tidak boleh ditolerir.

Selain mengganggu kenyamanan warga, juga sangat membahayakan pengguna jalan.

Menurut Kasat Lantas, sejumlah ruas jalan dalam kota menjadi lokasi yang paling sering dijadikan arena balapan, seperti Jalan Ahmad Yani, kawasan Toro, Terminal Palakka, Jalan Jenderal Sudirman, dan area depan kantor DPRD.

Di wilayah kecamatan, titik rawan berada di Uloe, Dua Boccoe, Sibulue, Amali, serta Lapri.

Beberapa jalan di daerah tersebut sering dijadikan lintasan balapan karena kondisi jalannya yang lurus dan minim pengawasan pada jam malam.

“Kami tidak ingin ada korban jiwa hanya karena aksi balap liar. Ini sudah menjadi atensi, dan patroli kami tingkatkan setiap malam,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (27/2/2026).

Ia juga mengungkapkan total kendaraan yang diamankan selama operasi tersebut dalam pemeriksaan awal, sebanyak 26 motor yang dibawa ke kantor polisi.

Namun, setelah dilakukan pengecekan mendalam, lima di antaranya dipastikan bukan bagian dari kegiatan balap liar sehingga dikembalikan kepada pemiliknya.

“Lima kendaraan yang dikembalikan kepemilik,  juga diwajibkan melengkapi kendaraannya dengan perlengkapan sesuai dengan standar. Jadi total yang kami amankan karena terlibat balap liar ada 21 unit,” katanya.

Mayoritas sepeda motor menggunakan knalpot brong dan tidak dilengkapi komponen wajib.

“Ada yang tidak pakai pelat nomor, lampu penerangan mati, hingga tidak menggunakan spion. Semua kami tindak sesuai aturan,” tegasnya.

Kasat Lantas juga memberikan imbauan keras kepada orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anak mereka, terutama pada malam hari.

“Saya minta kepada para orang tua, awasi anak ta’. Jangan biarkan mereka keluyuran malam hanya untuk ikut balap liar,” katanya.

Ia menambahkan bahwa balap liar bukan sekadar pelanggaran, tetapi juga tindakan yang mengancam keselamatan banyak orang.

“Kalau terjadi kecelakaan, bukan hanya mereka yang rugi, tapi juga keluarga. Pikirkan masa depan,” tambahnya.

Polres Bone memastikan operasi ini akan terus digencarkan hingga aktivitas balap liar tidak terjadi lagi.

Sementara itu, beberapa warga memberikan tanggapannya terkait penertiban yang dilakukan Polres Bone.

Seorang warga Jalan Ahmad Yani, Andi (29) mengaku suara knalpot brong menjadi keluhan utama setiap malam.

“Kadang kami baru mau istirahat, tiba-tiba bising sekali. Sangat mengganggu,” ucapnya.

Dia mengaku sangat mendukung tindakan tegas Satlantas Polres Bone menertibkan aksi balap liar. (kar)

SulawesiPos.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bone telah memetakan titik rawan balap liar selama bulan suci ramadhan.

Titik-titik tersebut dipetakan berdasarkan laporan masyarakat dan hasil patroli Satlantas dalam beberapa malam terakhir.

Kasat Lantas Polres Bone, AKP Musmulyadi aksi balap liar tidak boleh ditolerir.

Selain mengganggu kenyamanan warga, juga sangat membahayakan pengguna jalan.

Menurut Kasat Lantas, sejumlah ruas jalan dalam kota menjadi lokasi yang paling sering dijadikan arena balapan, seperti Jalan Ahmad Yani, kawasan Toro, Terminal Palakka, Jalan Jenderal Sudirman, dan area depan kantor DPRD.

Di wilayah kecamatan, titik rawan berada di Uloe, Dua Boccoe, Sibulue, Amali, serta Lapri.

Beberapa jalan di daerah tersebut sering dijadikan lintasan balapan karena kondisi jalannya yang lurus dan minim pengawasan pada jam malam.

“Kami tidak ingin ada korban jiwa hanya karena aksi balap liar. Ini sudah menjadi atensi, dan patroli kami tingkatkan setiap malam,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (27/2/2026).

Ia juga mengungkapkan total kendaraan yang diamankan selama operasi tersebut dalam pemeriksaan awal, sebanyak 26 motor yang dibawa ke kantor polisi.

Namun, setelah dilakukan pengecekan mendalam, lima di antaranya dipastikan bukan bagian dari kegiatan balap liar sehingga dikembalikan kepada pemiliknya.

“Lima kendaraan yang dikembalikan kepemilik,  juga diwajibkan melengkapi kendaraannya dengan perlengkapan sesuai dengan standar. Jadi total yang kami amankan karena terlibat balap liar ada 21 unit,” katanya.

Mayoritas sepeda motor menggunakan knalpot brong dan tidak dilengkapi komponen wajib.

“Ada yang tidak pakai pelat nomor, lampu penerangan mati, hingga tidak menggunakan spion. Semua kami tindak sesuai aturan,” tegasnya.

Kasat Lantas juga memberikan imbauan keras kepada orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anak mereka, terutama pada malam hari.

“Saya minta kepada para orang tua, awasi anak ta’. Jangan biarkan mereka keluyuran malam hanya untuk ikut balap liar,” katanya.

Ia menambahkan bahwa balap liar bukan sekadar pelanggaran, tetapi juga tindakan yang mengancam keselamatan banyak orang.

“Kalau terjadi kecelakaan, bukan hanya mereka yang rugi, tapi juga keluarga. Pikirkan masa depan,” tambahnya.

Polres Bone memastikan operasi ini akan terus digencarkan hingga aktivitas balap liar tidak terjadi lagi.

Sementara itu, beberapa warga memberikan tanggapannya terkait penertiban yang dilakukan Polres Bone.

Seorang warga Jalan Ahmad Yani, Andi (29) mengaku suara knalpot brong menjadi keluhan utama setiap malam.

“Kadang kami baru mau istirahat, tiba-tiba bising sekali. Sangat mengganggu,” ucapnya.

Dia mengaku sangat mendukung tindakan tegas Satlantas Polres Bone menertibkan aksi balap liar. (kar)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/