SulawesiPos.com – Upaya menjaga marwah institusi kepolisian kembali ditegaskan di Polres Gowa.
Seluruh jajaran menjalani tes urine mendadak sebagai langkah preventif untuk memastikan tidak ada personel yang terlibat penyalahgunaan narkoba.
Kapolres Gowa AKBP Muhammad Aldy Sulaiman menyebutkan 150 personel, termasuk diirnya dan Wakapolres Gowa ikut tes urine.
Pemeriksaan urine tersebut dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada anggota dengan harapan hasil pemerikksaan objektif.
“Kenapa dilakukan mendadak? Supaya hasilnya valid dan tidak ada rekayasa. Kami ingin memastikan seluruh anggota benar-benar bersih. Dan Alhamdulillah, hasilnya transparan, tidak ada yang ditutup-tutupi, seluruhnya negatif,” tutur Aldy Rabu (24/2/2026) dikutip dari Antara.
Ia juga menambahkan, pemeriksaan urine menjadi pengingat sekaligus dorongan moral bagi seluruh anggota untuk tetap menjaga profesionalitas.
“Kami ingin memastikan komitmen terhadap pemberantasan narkoba benar-benar dilaksanakan, bukan hanya slogan,” ujarnya.
Namun, upaya pemberantasan narkoba tidak berhenti pada pemeriksaan tersebut. Pengawasan dan penelsuran lanjutan tetap dilakukan secara berkelanjutan.
Ia menegaskan, jika di kemudian hari ditemukan anggota yang terbukti positif atau terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, institusi tidak akan ragu menjatuhkan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku.
“Itu sudah menjadi komitmen pimpinan dan komitmen saya di Polres Gowa,” tegasnya.
Antisipasi Peredaran Narkoba di Lingkungan Kepolisian
Langkah penguatan pengawasan ini dilakukan menyusul kasus di wilayah lain, di mana dua personel Polres Toraja Utara berinisial AKP AE yang menjabat Kasat Narkoba dan Aiptu N selaku Kanit Narkoba, saat ini menjalani penempatan khusus (patsus) di Polda Sulsel.
Keduanya diduga terlibat dalam kasus peredaran narkoba di wilayah tersebut.

