28.2 C
Makassar
26 February 2026, 15:37 PM WITA

Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi Ancam Sulsel sampai Awal Maret, Warga Diminta Waspada!

SulawesiPos.com – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah IV mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan pada periode 24 Februari hingga 1 Maret 2026.

Peringatan ini disampaikan menyusul meningkatnya peluang curah hujan tinggi di akhir Februari.

Kepala BBMKG Wilayah IV, Nasrol Adil, dalam keterangan resminya menjelaskan bahwa kondisi atmosfer saat ini menunjukkan dinamika yang cukup signifikan.

Analisis meteorologi mendeteksi kombinasi aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, Gelombang Rossby, serta konvergensi angin yang mendukung pertumbuhan awan konvektif secara intensif di wilayah Sulsel.

“Hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah,” tulisnya.

Berdasarkan surat bernomor e.B/ME.02.04/013/KBB4/II/2026, wilayah yang diprakirakan mengalami hujan lebat hingga sangat lebat meliputi Parepare, Barru, Pangkajene Kepulauan, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, dan Kepulauan Selayar.

Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprediksi terjadi di sebagian wilayah Luwu Utara, Pinrang, Sidrap, Soppeng, Bone, Sinjai, Jeneponto, Bantaeng, dan Bulukumba.

Tak hanya hujan deras, potensi angin kencang juga diperkirakan melanda Sulawesi Selatan bagian barat dan selatan.

Di wilayah perairan, masyarakat diminta waspada terhadap gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter yang berpotensi terjadi di perairan Pinrang, Barru, Makassar, Pangkajene dan Kepulauan, Selayar, Bulukumba, Kepulauan Takabonerate, serta Jeneponto.

BBMKG menegaskan bahwa kondisi ini dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, hingga gelombang tinggi.

Pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan, termasuk memastikan infrastruktur dan tata kelola sumber daya air dalam kondisi optimal.

Penataan lingkungan, penghijauan, serta pemangkasan pohon yang rawan tumbang juga menjadi langkah mitigasi yang disarankan.

Masyarakat diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan, menghindari lokasi rawan bencana saat hujan intensitas tinggi, serta rutin memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG.

SulawesiPos.com – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah IV mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan pada periode 24 Februari hingga 1 Maret 2026.

Peringatan ini disampaikan menyusul meningkatnya peluang curah hujan tinggi di akhir Februari.

Kepala BBMKG Wilayah IV, Nasrol Adil, dalam keterangan resminya menjelaskan bahwa kondisi atmosfer saat ini menunjukkan dinamika yang cukup signifikan.

Analisis meteorologi mendeteksi kombinasi aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, Gelombang Rossby, serta konvergensi angin yang mendukung pertumbuhan awan konvektif secara intensif di wilayah Sulsel.

“Hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah,” tulisnya.

Berdasarkan surat bernomor e.B/ME.02.04/013/KBB4/II/2026, wilayah yang diprakirakan mengalami hujan lebat hingga sangat lebat meliputi Parepare, Barru, Pangkajene Kepulauan, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, dan Kepulauan Selayar.

Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprediksi terjadi di sebagian wilayah Luwu Utara, Pinrang, Sidrap, Soppeng, Bone, Sinjai, Jeneponto, Bantaeng, dan Bulukumba.

Tak hanya hujan deras, potensi angin kencang juga diperkirakan melanda Sulawesi Selatan bagian barat dan selatan.

Di wilayah perairan, masyarakat diminta waspada terhadap gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter yang berpotensi terjadi di perairan Pinrang, Barru, Makassar, Pangkajene dan Kepulauan, Selayar, Bulukumba, Kepulauan Takabonerate, serta Jeneponto.

BBMKG menegaskan bahwa kondisi ini dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, hingga gelombang tinggi.

Pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan, termasuk memastikan infrastruktur dan tata kelola sumber daya air dalam kondisi optimal.

Penataan lingkungan, penghijauan, serta pemangkasan pohon yang rawan tumbang juga menjadi langkah mitigasi yang disarankan.

Masyarakat diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan, menghindari lokasi rawan bencana saat hujan intensitas tinggi, serta rutin memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/