Aktivis Perempuan Bone, Martina Majid, yang mendampingi korban, mengungkapkan bahwa insiden ini bukan kali pertama terjadi.
“Ini sebenarnya kejadian berulang. Kami sudah melakukan pendampingan sejak video itu viral. Untuk kekerasannya, kami serahkan kepada pihak kepolisian. Sementara itu, kami berupaya agar korban bisa kembali melanjutkan pendidikannya,” jelasnya saat dikonfirmasi via telfon.
Ia menambahkan bahwa korban mengalami trauma cukup berat dan merasa takut jika kejadian serupa terulang kembali.
Dinas Pendidikan Pastikan Pelaku Bukan Siswa SMPN 1 Lapri
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Edy Saputra Syam, memastikan pelaku bukan siswa SMPN 1 Lapri.
“Memang kejadiannya di belakang SMPN 1 Lapri tapi pelakunya ternyata sekelompok siswa MTs,” katanya.
Ia mengaku, pasca video viral dirinya langsung berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bone.
“Korban sudah diberikan pendampingan dan kami berharap kejadian seperti ini tidak lagi terulang,” tegasnya. (kar)

