25 C
Makassar
12 February 2026, 8:55 AM WITA

Harga Cabai di Maros Naik Jelang Ramadhan, Rawit Tembus Rp55 Ribu per Kilogram

Overview

  • Harga cabai rawit di Pasar Tramo Butta Salewangan Maros melonjak hingga Rp55 ribu per kilogram menjelang Ramadan akibat pasokan terganggu.

  • Kenaikan harga juga terjadi pada cabai keriting, cabai merah, dan telur ayam seiring dampak cuaca ekstrem terhadap kualitas dan ketersediaan pangan.

  • Pemerintah daerah dan Pemprov Sulsel bersama Satgas Sapu Bersih memperketat pengawasan untuk menjaga stabilitas harga dan mutu pangan di pasaran.

SulawesiPos.com – Menjelang bulan suci Ramadan, harga sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Maros mulai menunjukkan tren kenaikan.

Salah satu yang paling mencolok adalah cabai rawit yang kini dijual hingga Rp55 ribu per kilogram di Pasar Tradisional Modern (Tramo) Butta Salewangan Maros (BSM), Selasa (10/2/2026).

Kenaikan ini terbilang signifikan jika dibandingkan dengan harga sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp30 ribu per kilogram.

Artinya, terjadi lonjakan sekitar Rp25 ribu per kilogram dalam waktu relatif singkat.

Sejumlah pedagang menyebut, kenaikan harga tidak hanya terjadi pada cabai rawit. Cabai keriting dan cabai merah juga ikut terdampak.

Baca Juga: 
“Cappuni Bolaku”, Tangis Supu Pecah Melihat Rumahnya Ludes Terbakar di Carebbu Bone

“Dari harga Rp20 ribu menjadi Rp25 ribu per kilogram,” ujar Jalil, salah seorang pedagang di Tramo BSM dikutip dari JawaPos Group.

Selain cabai, harga telur ayam juga mulai merangkak naik. “Kalau harga telur kini naik menjadi Rp57 ribu per rak dari harga Rp55 ribu,” lanjutnya.

Pedagang lainnya, Risna, mengungkapkan bahwa faktor cuaca menjadi salah satu pemicu utama lonjakan harga.

Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini berdampak pada kualitas dan ketersediaan pasokan dari petani.

“Kemungkinan penyebabnya cuaca ekstrem. Sehingga stok juga kurang, karena banyak rusak, kualitasnya kurang bagus,” sebutnya.

Overview

  • Harga cabai rawit di Pasar Tramo Butta Salewangan Maros melonjak hingga Rp55 ribu per kilogram menjelang Ramadan akibat pasokan terganggu.

  • Kenaikan harga juga terjadi pada cabai keriting, cabai merah, dan telur ayam seiring dampak cuaca ekstrem terhadap kualitas dan ketersediaan pangan.

  • Pemerintah daerah dan Pemprov Sulsel bersama Satgas Sapu Bersih memperketat pengawasan untuk menjaga stabilitas harga dan mutu pangan di pasaran.

SulawesiPos.com – Menjelang bulan suci Ramadan, harga sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Maros mulai menunjukkan tren kenaikan.

Salah satu yang paling mencolok adalah cabai rawit yang kini dijual hingga Rp55 ribu per kilogram di Pasar Tradisional Modern (Tramo) Butta Salewangan Maros (BSM), Selasa (10/2/2026).

Kenaikan ini terbilang signifikan jika dibandingkan dengan harga sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp30 ribu per kilogram.

Artinya, terjadi lonjakan sekitar Rp25 ribu per kilogram dalam waktu relatif singkat.

Sejumlah pedagang menyebut, kenaikan harga tidak hanya terjadi pada cabai rawit. Cabai keriting dan cabai merah juga ikut terdampak.

Baca Juga: 
Kejati Sulsel Cekal Eks Pj Gubernur Bachtiar Baharuddin ke Luar Negeri, Kini Sita Rp1,25 Miliar Dugaan Korupsi Bibit Nanas

“Dari harga Rp20 ribu menjadi Rp25 ribu per kilogram,” ujar Jalil, salah seorang pedagang di Tramo BSM dikutip dari JawaPos Group.

Selain cabai, harga telur ayam juga mulai merangkak naik. “Kalau harga telur kini naik menjadi Rp57 ribu per rak dari harga Rp55 ribu,” lanjutnya.

Pedagang lainnya, Risna, mengungkapkan bahwa faktor cuaca menjadi salah satu pemicu utama lonjakan harga.

Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini berdampak pada kualitas dan ketersediaan pasokan dari petani.

“Kemungkinan penyebabnya cuaca ekstrem. Sehingga stok juga kurang, karena banyak rusak, kualitasnya kurang bagus,” sebutnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/