Ia menambahkan bahwa korban mengalami trauma cukup berat dan merasa takut jika kejadian serupa terulang kembali.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Edy Saputra Syam memastikan pelakunya bukan siswa SMPN 1 Lapri.
“Memang kejadiannya di belakang SMPN 1 Lapri tapi pelakunya ternyata sekelompok siswa MTs,” katanya.
Ia mengaku, pasca video viral dirinya langsung berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bone.
“Korban sudah diberikan pendampingan dan kami berharap kejadian seperti ini tidak lagi terulang,” tegasnya.
Kasi Humas Polres Bone, IPTU Rayendra Muchtar, membenarkan adanya laporan tersebut.
Ia menyebutkankejadiannya sudah berlangsung beberapa waktu lalu dan videonya baru viral.
“Untuk pelakunya masih dalam penyelidikan,” tukasnya. (kar)

