25 C
Makassar
10 February 2026, 9:24 AM WITA

Alako Fest 2026: Mahasiswa KKN Unhas Satukan Edukasi Energi Terbarukan dan Ekowisata di PLTB Sidrap

Overview

  • Mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin menggelar Alako Fest 2026 di PLTB Sidrap sebagai upaya mengintegrasikan edukasi energi terbarukan dengan promosi ekowisata daerah.
  • Festival ini menghadirkan edukasi PLTB, diskusi transisi energi, serta lomba kreatif sebagai strategi membangun literasi energi bersih di kalangan generasi muda.
  • Alako Fest 2026 menegaskan peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam mendorong keberlanjutan, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

SulawesiPos.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin yang mengabdi di Kabupaten Sidenreng Rappang menggelar Alako Fest 2026 pada Sabtu (7/2/2026), di kawasan wisata energi Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap, Desa Mattirotasi, sebagai strategi kreatif mengintegrasikan edukasi energi terbarukan dengan promosi ekowisata daerah.

Festival ini dirancang bukan sekadar seremoni mahasiswa, melainkan sebagai model kolaboratif berbasis pengetahuan yang menempatkan pembangkit listrik tenaga bayu sebagai ruang belajar terbuka tentang transisi energi bersih di tengah komitmen global menekan emisi karbon dan mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Kegiatan dibuka oleh Ketua Panitia Agung Catur Nugroho, Koordinator Kabupaten Irwan Saprialdi, Perwakilan Camat Watang Pulu Mansyur, Perwakilan Bupati Bachtiar, serta pengelola kawasan PLTB Usman, yang menekankan pentingnya sinergi antara generasi muda, pemerintah daerah, dan sektor energi dalam membangun literasi publik tentang energi terbarukan.

Baca Juga: 
Langit Berawan, Hujan Mengintai Sejumlah Daerah di Sulsel Hari Ini

Sesi edukasi dipandu oleh Risna selaku narasumber pengenalan PLTB yang menjelaskan mekanisme kerja turbin angin, kapasitas produksi listrik, kontribusi terhadap bauran energi nasional, serta dampak sosial-ekonomi yang dirasakan masyarakat sekitar melalui peluang kerja, UMKM, dan pengembangan kawasan wisata edukatif.

Risna mengatakan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah mendorong mahasiswa KKN untuk aktif mempromosikan dan memviralkan keberadaan PLTB Sidrap.

“Hal ini dilakukan melalui konten kreatif yang edukatif, sekaligus membangun jejaring kolaboratif yang mempererat kebersamaan mahasiswa pengabdi di Kabupaten Sidrap,” jelas Risna.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana yang juga menjabat Koordinator Kecamatan KKN Watang Pulu menegaskan bahwa Alako Fest 2026 dirancang sebagai gerakan literasi energi berbasis mahasiswa agar generasi muda mampu menjadi agen perubahan dalam menyebarkan kesadaran tentang pentingnya energi bersih dan keberlanjutan lingkungan.

Sebagai bagian dari strategi promosi digital, panitia menyelenggarakan lomba videografi dokumenter yang menantang peserta merekam lanskap turbin angin raksasa sebagai simbol modernitas dan keberlanjutan, dengan harapan konten tersebut menjadi jejak digital positif yang memperluas jangkauan promosi wisata energi melalui media sosial dan platform berbasis video.

Baca Juga: 
Tim SAR Sebut Sulit Jangkau Lokasi Penemuan Serpihan Pesawat ATR 42-500

Diskusi berlangsung interaktif dengan mengangkat isu transformasi infrastruktur energi menjadi aset ekonomi kreatif daerah, terutama dalam konteks Sidrap sebagai salah satu pelopor energi bayu di Indonesia yang berkontribusi terhadap sistem kelistrikan Sulawesi dan mendukung agenda dekarbonisasi nasional.

Untuk menjaga keseimbangan antara atmosfer akademik dan kebersamaan, rangkaian kegiatan juga diisi lomba tradisional seperti estafet sarung, rebutan kursi, dan ular naga balon yang memperkuat solidaritas mahasiswa KKN lintas kecamatan sekaligus menghadirkan nuansa kultural lokal dalam ruang yang sarat teknologi.

Overview

  • Mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin menggelar Alako Fest 2026 di PLTB Sidrap sebagai upaya mengintegrasikan edukasi energi terbarukan dengan promosi ekowisata daerah.
  • Festival ini menghadirkan edukasi PLTB, diskusi transisi energi, serta lomba kreatif sebagai strategi membangun literasi energi bersih di kalangan generasi muda.
  • Alako Fest 2026 menegaskan peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam mendorong keberlanjutan, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

SulawesiPos.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin yang mengabdi di Kabupaten Sidenreng Rappang menggelar Alako Fest 2026 pada Sabtu (7/2/2026), di kawasan wisata energi Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap, Desa Mattirotasi, sebagai strategi kreatif mengintegrasikan edukasi energi terbarukan dengan promosi ekowisata daerah.

Festival ini dirancang bukan sekadar seremoni mahasiswa, melainkan sebagai model kolaboratif berbasis pengetahuan yang menempatkan pembangkit listrik tenaga bayu sebagai ruang belajar terbuka tentang transisi energi bersih di tengah komitmen global menekan emisi karbon dan mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Kegiatan dibuka oleh Ketua Panitia Agung Catur Nugroho, Koordinator Kabupaten Irwan Saprialdi, Perwakilan Camat Watang Pulu Mansyur, Perwakilan Bupati Bachtiar, serta pengelola kawasan PLTB Usman, yang menekankan pentingnya sinergi antara generasi muda, pemerintah daerah, dan sektor energi dalam membangun literasi publik tentang energi terbarukan.

Baca Juga: 
Bayi Hasil Hubungan Gelap Ditemukan Terkubur di Bone, Janin Dibungkus Seragam SMP

Sesi edukasi dipandu oleh Risna selaku narasumber pengenalan PLTB yang menjelaskan mekanisme kerja turbin angin, kapasitas produksi listrik, kontribusi terhadap bauran energi nasional, serta dampak sosial-ekonomi yang dirasakan masyarakat sekitar melalui peluang kerja, UMKM, dan pengembangan kawasan wisata edukatif.

Risna mengatakan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah mendorong mahasiswa KKN untuk aktif mempromosikan dan memviralkan keberadaan PLTB Sidrap.

“Hal ini dilakukan melalui konten kreatif yang edukatif, sekaligus membangun jejaring kolaboratif yang mempererat kebersamaan mahasiswa pengabdi di Kabupaten Sidrap,” jelas Risna.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana yang juga menjabat Koordinator Kecamatan KKN Watang Pulu menegaskan bahwa Alako Fest 2026 dirancang sebagai gerakan literasi energi berbasis mahasiswa agar generasi muda mampu menjadi agen perubahan dalam menyebarkan kesadaran tentang pentingnya energi bersih dan keberlanjutan lingkungan.

Sebagai bagian dari strategi promosi digital, panitia menyelenggarakan lomba videografi dokumenter yang menantang peserta merekam lanskap turbin angin raksasa sebagai simbol modernitas dan keberlanjutan, dengan harapan konten tersebut menjadi jejak digital positif yang memperluas jangkauan promosi wisata energi melalui media sosial dan platform berbasis video.

Baca Juga: 
Tim SAR Sebut Sulit Jangkau Lokasi Penemuan Serpihan Pesawat ATR 42-500

Diskusi berlangsung interaktif dengan mengangkat isu transformasi infrastruktur energi menjadi aset ekonomi kreatif daerah, terutama dalam konteks Sidrap sebagai salah satu pelopor energi bayu di Indonesia yang berkontribusi terhadap sistem kelistrikan Sulawesi dan mendukung agenda dekarbonisasi nasional.

Untuk menjaga keseimbangan antara atmosfer akademik dan kebersamaan, rangkaian kegiatan juga diisi lomba tradisional seperti estafet sarung, rebutan kursi, dan ular naga balon yang memperkuat solidaritas mahasiswa KKN lintas kecamatan sekaligus menghadirkan nuansa kultural lokal dalam ruang yang sarat teknologi.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/