- Farm Parent Stock (PS) dan Penetasan: Luas 12 hektare, 20 kandang, kapasitas 200.000 ekor, produksi 2.109.240 DOC (anak ayam usia sehari) per bulan.
- Farm Pullet (ayam siap bertelur): Kapasitas 518.400 ekor per tahun.
- Pabrik Pakan: Kapasitas 10.000 ton per bulan atau 120.000 ton per tahun.
- Rumah Potong, Cold Storage, dan Pengolahan: Kapasitas 2.000 ekor per jam atau 400.000 ekor per bulan; produksi karkas 284.000 kg per bulan; cold storage 50–75 ton; pengolahan daging hingga 100 ton per bulan.
Kegiatan groundbreaking ini juga dihadiri Asisten II Setda Provinsi Sulsel, Direktur Manajemen Risiko PT Sinergi Gula Nusantara, Direktur Pembibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Bone. (kar)
Hilirisasi Ayam Terintegrasi Nasional
Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi Nasional diluncurkan secara resmi pada 19 Januari 2026.
Pada tahap I, program ini menetapkan 12 kabupaten/kota di 12 provinsi sebagai lokasi awal pengembangan klaster perunggasan nasional.
Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Hilirisasi Produk Peternakan, Ali Agus, menegaskan kebijakan tersebut juga bertujuan menjamin keberlanjutan usaha peternak rakyat.
“Negara hadir untuk menciptakan ekosistem yang sehat dan berkeadilan. Pemerintah berperan sebagai fasilitator, regulator, dan pengawal agar industri perunggasan tumbuh merata, tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa,” jelas Ali Agus, dikutip dari laman resmi Kementerian Pertanian.

