26 C
Makassar
4 February 2026, 20:06 PM WITA

DLH Bone Cat Ulang Patung Arung Palakka Setelah 15 Tahun, Taman Kini Lebih Hidup

“Dicky Chandra mengaku mendapat petunjuk lewat mimpi, sebelum membuat patung ini,” tulisnya.

Dalam proses pembuatan, Dicky dibantu oleh sahabatnya yang juga seniman lokal Bone, Yudding, atau lebih akrab disapa Dien Seni.

Dien Seni pula yang mengenalkan Dicky kepada Bupati Bone saat itu, Andi Sjamsoel Alam, sekitar tahun 1990.

Sebelum proyek dibangun, Bupati Bone  dan tokoh masyarakat menggelar Seminar Arung Palakka Internasional pada November 1990 yang dihadiri oleh para seniman dan budayawan, baik lokal maupun internasional.

“Setelah seminar terlaksana selama tiga hari, pada awal tahun 1991 dibangulah landasan patung Arung Palakka oleh Bapak Andi Ikhlas Siraju, Ketua Gapensi Bone dan anggota DPRD Bone. Setelah selesai landasannya, barulah dibangun Patung Arung Palakka,” sambungnya.

Dicky Chandra dipercaya sebagai desainer pada pembuatan patung ini. Ia membuat dasarnya dari bahan Fiberglass di Makassar secara terpotong-potong, mulai dari kaki sampai lutut, lutut sampai selangkang, pantat sampai pundak, leher sampai kepala, dan tombaknya, lalu diangkut dengan truk menuju Bone.

Baca Juga: 
Pemprov Sulsel Kucurkan Rp380 M Perbaiki Jalan Perbatasan Kabupaten Bone

Dicky Chandra dibantu tiga orang mahasiswanya, salah satunya Husain (Uceng), mahasiswa asal Jalan Bajoe, Watampone.

Pengerjaan memakan waktu hampir empat bulan, dengan tim menginap di Sekretariat Sanggar Saoraja, sekitar 50 meter dari Taman Arung Palakka. (kar)

“Dicky Chandra mengaku mendapat petunjuk lewat mimpi, sebelum membuat patung ini,” tulisnya.

Dalam proses pembuatan, Dicky dibantu oleh sahabatnya yang juga seniman lokal Bone, Yudding, atau lebih akrab disapa Dien Seni.

Dien Seni pula yang mengenalkan Dicky kepada Bupati Bone saat itu, Andi Sjamsoel Alam, sekitar tahun 1990.

Sebelum proyek dibangun, Bupati Bone  dan tokoh masyarakat menggelar Seminar Arung Palakka Internasional pada November 1990 yang dihadiri oleh para seniman dan budayawan, baik lokal maupun internasional.

“Setelah seminar terlaksana selama tiga hari, pada awal tahun 1991 dibangulah landasan patung Arung Palakka oleh Bapak Andi Ikhlas Siraju, Ketua Gapensi Bone dan anggota DPRD Bone. Setelah selesai landasannya, barulah dibangun Patung Arung Palakka,” sambungnya.

Dicky Chandra dipercaya sebagai desainer pada pembuatan patung ini. Ia membuat dasarnya dari bahan Fiberglass di Makassar secara terpotong-potong, mulai dari kaki sampai lutut, lutut sampai selangkang, pantat sampai pundak, leher sampai kepala, dan tombaknya, lalu diangkut dengan truk menuju Bone.

Baca Juga: 
BMKG Prakirakan Hujan Ringan hingga Sedang Guyur Sulsel 5 Januari

Dicky Chandra dibantu tiga orang mahasiswanya, salah satunya Husain (Uceng), mahasiswa asal Jalan Bajoe, Watampone.

Pengerjaan memakan waktu hampir empat bulan, dengan tim menginap di Sekretariat Sanggar Saoraja, sekitar 50 meter dari Taman Arung Palakka. (kar)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/