Salah satunya terjadi di Desa Moncongloe, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, pada Minggu (1/2/2026) siang, yang mengakibatkan kerusakan cukup parah pada 11 rumah warga.
“Ada satu anak warga sini (Desa Moncongloe) umur lima tahun. Terangkat naik di atas seng pas sementara main-main di dalam rumahnya tiba-tiba datang angin, pas dicari sama orang tuanya ternyata di atas seng,” ungkap Kepala Desa, Iqbal dikutip dari JawaPos Group.
Peristiwa serupa juga pernah terjadi di Dusun Buttue dan Dusun Lajari, Desa Garessi, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, pada Minggu (1/1/2025).
Hantaman angin puting beliung kala itu merusak 13 rumah warga, namun untungnya tidak menimbulkan korban jiwa.
Fenomena ini menegaskan tingginya potensi cuaca ekstrem di wilayah Sulawesi Selatan, sehingga warga diimbau untuk selalu waspada dan menyiapkan langkah antisipasi.

