24 C
Makassar
3 February 2026, 5:07 AM WITA

Mahasiswa KKN-T Unhas Dorong Keselamatan Panen Gula Aren Berbasis Kearifan Lokal di Maros

Ovevrview

  • Program KKN-T Universitas Hasanuddin di Dusun Katoang menyoroti penguatan keselamatan panen gula aren berbasis pengetahuan lokal petani.

  • Melalui pendekatan partisipatif, mahasiswa mendokumentasikan praktik panen tradisional yang adaptif terhadap risiko medan dan cuaca ekstrem.

  • Kegiatan ini mendorong perlindungan petani sekaligus keberlanjutan ekonomi desa dan konservasi ekosistem aren.

SulawesiPos.com – Dusun Katoang, Desa Bonto Matinggi, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, menjadi lokasi pelaksanaan program keselamatan panen gula aren pada Kamis (29/1/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin yang berfokus pada penguatan praktik kerja aman berbasis pengetahuan lokal masyarakat.

Program keselamatan panen gula aren tersebut dikoordinatori oleh Vanessa Carolina, mahasiswa Program Studi Rekayasa Kehutanan angkatan 2023.

Metode pelaksanaan program menggunakan pendekatan partisipatif dengan mengombinasikan observasi lapangan dan wawancara mendalam bersama petani aren.

Pendekatan ini bertujuan mendokumentasikan teknik panen tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun dan terbukti adaptif terhadap kondisi lingkungan setempat.

Tanaman aren (Arenga pinnata) dikenal sebagai salah satu hasil hutan bukan kayu strategis di Indonesia.

Baca Juga: 
Investasi Rp1,7 T, Bupati Bone Tinjau Lokasi Pelabuhan Peti Kemas di Tonra

Selain menghasilkan gula alami bernilai ekonomi tinggi, tanaman ini juga berkontribusi terhadap ketahanan pangan lokal serta penguatan ekonomi masyarakat desa.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, permintaan gula aren terus meningkat seiring tren konsumsi pemanis alami yang dinilai lebih ramah metabolisme dibanding gula rafinasi.

Gula aren memiliki indeks glikemik yang relatif lebih rendah serta mengandung mineral penting seperti kalium, magnesium, dan zat besi.

Namun, proses panen gula aren memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi. Medan hutan yang licin, ketinggian pohon yang dapat mencapai lebih dari 20 meter, serta paparan cuaca ekstrem, terutama pada musim hujan yang meningkatkan potensi terpeleset dan jatuh.

Ovevrview

  • Program KKN-T Universitas Hasanuddin di Dusun Katoang menyoroti penguatan keselamatan panen gula aren berbasis pengetahuan lokal petani.

  • Melalui pendekatan partisipatif, mahasiswa mendokumentasikan praktik panen tradisional yang adaptif terhadap risiko medan dan cuaca ekstrem.

  • Kegiatan ini mendorong perlindungan petani sekaligus keberlanjutan ekonomi desa dan konservasi ekosistem aren.

SulawesiPos.com – Dusun Katoang, Desa Bonto Matinggi, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, menjadi lokasi pelaksanaan program keselamatan panen gula aren pada Kamis (29/1/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin yang berfokus pada penguatan praktik kerja aman berbasis pengetahuan lokal masyarakat.

Program keselamatan panen gula aren tersebut dikoordinatori oleh Vanessa Carolina, mahasiswa Program Studi Rekayasa Kehutanan angkatan 2023.

Metode pelaksanaan program menggunakan pendekatan partisipatif dengan mengombinasikan observasi lapangan dan wawancara mendalam bersama petani aren.

Pendekatan ini bertujuan mendokumentasikan teknik panen tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun dan terbukti adaptif terhadap kondisi lingkungan setempat.

Tanaman aren (Arenga pinnata) dikenal sebagai salah satu hasil hutan bukan kayu strategis di Indonesia.

Baca Juga: 
Bone Terima Rp29,4 Miliar untuk Revitalisasi Sekolah, Bupati Pastikan Mutu Pendidikan Meningkat

Selain menghasilkan gula alami bernilai ekonomi tinggi, tanaman ini juga berkontribusi terhadap ketahanan pangan lokal serta penguatan ekonomi masyarakat desa.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, permintaan gula aren terus meningkat seiring tren konsumsi pemanis alami yang dinilai lebih ramah metabolisme dibanding gula rafinasi.

Gula aren memiliki indeks glikemik yang relatif lebih rendah serta mengandung mineral penting seperti kalium, magnesium, dan zat besi.

Namun, proses panen gula aren memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi. Medan hutan yang licin, ketinggian pohon yang dapat mencapai lebih dari 20 meter, serta paparan cuaca ekstrem, terutama pada musim hujan yang meningkatkan potensi terpeleset dan jatuh.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/