Hasil observasi menunjukkan bahwa petani di Dusun Katoang telah mengembangkan sistem keselamatan kerja berbasis pengalaman lokal.
Sistem tersebut meliputi teknik pemanjatan dengan ikatan tali alami, pemilihan jalur panen yang stabil, serta pengaturan waktu kerja untuk menghindari kondisi cuaca paling berbahaya.
Pengetahuan lokal ini dinilai memiliki nilai ilmiah penting karena selaras dengan prinsip keselamatan kerja modern yang menekankan adaptasi terhadap lingkungan dan mitigasi risiko berbasis kondisi ekologi setempat.
Seluruh temuan lapangan dicatat secara sistematis dan akan disusun menjadi buku saku keselamatan panen gula aren.
Buku saku ini dirancang sebagai panduan praktis bagi generasi muda, petani pemula, serta masyarakat luas yang tertarik mengelola hasil hutan bukan kayu secara berkelanjutan.
Program ini juga memiliki dimensi kemanusiaan, karena peningkatan keselamatan kerja berkontribusi langsung terhadap perlindungan jiwa petani, stabilitas pendapatan keluarga, serta keberlanjutan produksi gula aren sebagai sumber ekonomi masyarakat desa.
Selain aspek keselamatan, kegiatan ini turut memperkuat kesadaran akan pentingnya konservasi pohon aren yang berperan sebagai penyangga ekosistem hutan tropis, pengendali erosi, serta penyimpan karbon alami yang relevan dalam konteks perubahan iklim global.
Melalui integrasi pengetahuan lokal dan pendekatan ilmiah, program KKN-T ini diharapkan menjadi model pengembangan komunitas berbasis riset terapan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkaya khazanah ilmu kehutanan Indonesia.
Kegiatan tersebut menegaskan bahwa keselamatan kerja, pelestarian budaya lokal, dan pengembangan ekonomi desa dapat berjalan seiring sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan yang berpihak pada manusia dan lingkungan. (ali)

