24 C
Makassar
3 February 2026, 4:53 AM WITA

Penyidik Tunggu Hasil Audit BPK dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Bahan Makanan Poltek KP Bone

Overview

  • Penyidik Polres Bone masih menunggu hasil audit BPK untuk mengetahui kerugian negara dari pengadaan bahan makanan taruna di Poltek KP Bone.

  • Sebanyak 43 saksi, termasuk vendor, telah diperiksa, sementara direktur kampus belum dimintai keterangan dan PPK terkait telah meninggal dunia.

  • Dugaan penyimpangan mencakup ketidakpatuhan penyedia terhadap spesifikasi dan volume barang serta PPK tidak melakukan pemeriksaan kualitas dan kuantitas bahan

SulawesiPos.com – Penyidik Tunggu Hasil Audit BPK Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Bahan Makanan di Poltek KP Bone

SulawesiPos.com – Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Bone masih menunggu hasil audit kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait dugaan korupsi pengadaan bahan makanan untuk taruna di Politeknik Kelautan dan Perikanan (Poltek KP) Bone.

“Untuk sementara, kita masih menunggu hasil audit dari BPK terkait kerugian negara atas kasus yang ditangani,” ujar Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Alvin Aji Kurniawan, kepada SulawesiPos.com, Rabu (28/1/2026).

Alvin menyebutkan, pihaknya telah memeriksa 43 saksi, termasuk vendor penyedia barang.

Baca Juga: 
BMKG Prediksi Hujan Ringan hingga Sedang Landa Sulsel Besok

Namun, Direktur Poltek KP Bone belum diperiksa sebagai saksi, sementara Pejabat Pelaksana Kegiatan (PPK) yang bersangkutan telah meninggal dunia.

Sementara itu, pihak Poltek KP Bone memilih bungkam saat dikonfirmasi mengenai dugaan korupsi pengadaan bahan makanan taruna

Direktur Poltek KP Bone, Muhammad Hery Riyadi Alauddin maupun humas kampus tidak merespons pesan WhatsApp maupun panggilan telepon.

Poltek KP Bone merupakan perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan, berlokasi di Kelurahan Wae Tuo, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone.

Kampus ini beroperasi sejak 2016, fokus pada pendidikan teknik budidaya dan kelautan, dengan kurikulum berstandar internasional berbasis teaching room factory untuk mencetak SDM profesional.

Kasus dugaan korupsi ini meliputi dua tahap pengadaan, yakni Januari-Agustus 2023 dan September-Desember 2023.

Overview

  • Penyidik Polres Bone masih menunggu hasil audit BPK untuk mengetahui kerugian negara dari pengadaan bahan makanan taruna di Poltek KP Bone.

  • Sebanyak 43 saksi, termasuk vendor, telah diperiksa, sementara direktur kampus belum dimintai keterangan dan PPK terkait telah meninggal dunia.

  • Dugaan penyimpangan mencakup ketidakpatuhan penyedia terhadap spesifikasi dan volume barang serta PPK tidak melakukan pemeriksaan kualitas dan kuantitas bahan

SulawesiPos.com – Penyidik Tunggu Hasil Audit BPK Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Bahan Makanan di Poltek KP Bone

SulawesiPos.com – Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Bone masih menunggu hasil audit kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait dugaan korupsi pengadaan bahan makanan untuk taruna di Politeknik Kelautan dan Perikanan (Poltek KP) Bone.

“Untuk sementara, kita masih menunggu hasil audit dari BPK terkait kerugian negara atas kasus yang ditangani,” ujar Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Alvin Aji Kurniawan, kepada SulawesiPos.com, Rabu (28/1/2026).

Alvin menyebutkan, pihaknya telah memeriksa 43 saksi, termasuk vendor penyedia barang.

Baca Juga: 
Penyebab Elpiji 3 Kg Langka di Bone, Pertamina Ungkap Lonjakan Konsumsi Pertanian

Namun, Direktur Poltek KP Bone belum diperiksa sebagai saksi, sementara Pejabat Pelaksana Kegiatan (PPK) yang bersangkutan telah meninggal dunia.

Sementara itu, pihak Poltek KP Bone memilih bungkam saat dikonfirmasi mengenai dugaan korupsi pengadaan bahan makanan taruna

Direktur Poltek KP Bone, Muhammad Hery Riyadi Alauddin maupun humas kampus tidak merespons pesan WhatsApp maupun panggilan telepon.

Poltek KP Bone merupakan perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan, berlokasi di Kelurahan Wae Tuo, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone.

Kampus ini beroperasi sejak 2016, fokus pada pendidikan teknik budidaya dan kelautan, dengan kurikulum berstandar internasional berbasis teaching room factory untuk mencetak SDM profesional.

Kasus dugaan korupsi ini meliputi dua tahap pengadaan, yakni Januari-Agustus 2023 dan September-Desember 2023.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/