24 C
Makassar
3 February 2026, 5:04 AM WITA

Potensi Luwu Raya Jika Menjadi Provinsi Baru

Dilansir dari situs resmi Pemerintah Sulawesi Selatan, sub sektor perkebunan menjadi tulang punggung ekonomi dengan komoditas unggulan seperti kelapa sawit, kakao, kopi, kelapa, cengkeh, jambu mete, kemiri, lada, pala, sagu, hingga vanili.

Di sektor pertanian, Luwu mengandalkan komoditas jagung, tembakau, dan ubi kayu yang menopang kebutuhan pangan sekaligus industri olahan.

Sementara itu, sektor jasa terutama pariwisata berbasis alam dan budaya menyimpan peluang besar untuk dikembangkan sebagai penopang ekonomi non-ekstraktif.

Luwu Utara, Lumbung Pangan dan Energi Terbarukan

Dikutip dari situs Kabupaten Luwu Utara, kabupaten ini memiliki struktur ekonomi yang relatif lengkap. Sektor tanaman pangan berkontribusi sekitar 7,87 persen terhadap pembentukan PDRB, dengan komoditas unggulan berupa padi dan jagung.

Sektor hortikultura menyumbang sekitar 2,30 persen, dengan komoditas utama durian, jeruk siam, cabai, dan bawang merah.

Namun, sektor perkebunan menjadi penyumbang terbesar PDRB dengan share sekitar 23,24 persen, melalui komoditas kelapa sawit, kakao, kopi, dan sagu.

Di sektor peternakan, Luwu Utara mengandalkan sapi potong dengan populasi lebih dari 36 ribu ekor, kerbau sekitar 14 ribu ekor, dan kambing sekitar 15 ribu ekor.

Baca Juga: 
Lantai Dua Rumah Warga di Pattene Kota Palopo Hangus Terbakar, Tak Ada Korban Jiwa

Sektor perikanan juga memiliki potensi besar, didukung garis pantai sepanjang 72,65 kilometer serta sumber daya perikanan tangkap dan budidaya, termasuk rumput laut.

Tak kalah penting, Luwu Utara menyimpan potensi pertambangan dan energi terbarukan.

Indikasi emas ditemukan di Kecamatan Seko dan Rampi, bijih besi di Seko dan Rongkong, serta bahan galian C yang tersebar di berbagai wilayah.

Dilansir dari situs resmi Pemerintah Sulawesi Selatan, sub sektor perkebunan menjadi tulang punggung ekonomi dengan komoditas unggulan seperti kelapa sawit, kakao, kopi, kelapa, cengkeh, jambu mete, kemiri, lada, pala, sagu, hingga vanili.

Di sektor pertanian, Luwu mengandalkan komoditas jagung, tembakau, dan ubi kayu yang menopang kebutuhan pangan sekaligus industri olahan.

Sementara itu, sektor jasa terutama pariwisata berbasis alam dan budaya menyimpan peluang besar untuk dikembangkan sebagai penopang ekonomi non-ekstraktif.

Luwu Utara, Lumbung Pangan dan Energi Terbarukan

Dikutip dari situs Kabupaten Luwu Utara, kabupaten ini memiliki struktur ekonomi yang relatif lengkap. Sektor tanaman pangan berkontribusi sekitar 7,87 persen terhadap pembentukan PDRB, dengan komoditas unggulan berupa padi dan jagung.

Sektor hortikultura menyumbang sekitar 2,30 persen, dengan komoditas utama durian, jeruk siam, cabai, dan bawang merah.

Namun, sektor perkebunan menjadi penyumbang terbesar PDRB dengan share sekitar 23,24 persen, melalui komoditas kelapa sawit, kakao, kopi, dan sagu.

Di sektor peternakan, Luwu Utara mengandalkan sapi potong dengan populasi lebih dari 36 ribu ekor, kerbau sekitar 14 ribu ekor, dan kambing sekitar 15 ribu ekor.

Baca Juga: 
Diskusi Luwu Raya, Jufri Rahman Sebut Pemekaran Dapat Sinyal Positif Dari Pemerintah Pusat

Sektor perikanan juga memiliki potensi besar, didukung garis pantai sepanjang 72,65 kilometer serta sumber daya perikanan tangkap dan budidaya, termasuk rumput laut.

Tak kalah penting, Luwu Utara menyimpan potensi pertambangan dan energi terbarukan.

Indikasi emas ditemukan di Kecamatan Seko dan Rampi, bijih besi di Seko dan Rongkong, serta bahan galian C yang tersebar di berbagai wilayah.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/