Ia menegaskan, bangunan eks Lapas Bone memiliki nilai sejarah dan masuk kategori cagar budaya sehingga wajib dilestarikan.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bone, H. Dray Vibrianto, mengatakan pihaknya mengerahkan armada pengangkut sampah serta petugas kebersihan untuk mendukung kegiatan kerja bakti tersebut.
Di tempat terpisah, Kepala Lapas Klas IIA Watampone, Rahnianto, mengapresiasi inisiatif Bupati Bone yang memimpin langsung kerja bakti di kawasan bangunan eks lapas.
“Jadi kemarin hasil koordinasi kami dengan bupati, bangunan ini memang rencanannya akan dijadikan sebagai pusat pembinaan untuk klien warga binaan pemasyarakatan. Contoh latihan pertukangan kayu atau pertukangan batu dan kemudian ke depan juga bisa jadi pusat pembuatan batik,” tutupnya.

