24 C
Makassar
3 February 2026, 3:19 AM WITA

Gerakkan OPD Kerja Bakti, Bupati Bone Ingin Bangunan Eks Lapas Jadi Balai Latihan Kerja

Overview

  • Pemerintah Kabupaten Bone membersihkan bangunan eks lapas bersejarah sebagai langkah awal pemanfaatan ulang untuk kepentingan pembinaan sosial.

  • Bangunan peninggalan tahun 1918 tersebut direncanakan menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi klien pemasyarakatan agar siap kembali ke masyarakat.

  • Program ini melibatkan lintas OPD, Lapas, TNI, dan Polri sebagai bentuk kolaborasi rehabilitasi dan pelestarian cagar budaya.

SulawesiPos.com – Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., memimpin kerja bakti di bangunan eks Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bone di Jalan Merdeka, Kota Watampone, Selasa (27/1/2026).

Kerja bakti ini melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Bone.

Kegiatan tersebut juga diikuti jajaran Lapas Klas IIA Watampone beserta pegawai, dengan dukungan unsur TNI dan Polri.

Bangunan eks Lapas Bone yang berdiri sejak tahun 1918 ini selama bertahun-tahun dijaga oleh Azis Saleh, pegawai eks lapas yang telah mengabdikan diri sejak 1964.

Bupati Bone menyampaikan bahwa bangunan bersejarah tersebut ke depan akan difungsikan sebagai pusat balai latihan kerja klien pemasyarakatan atau Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) atau narapidana yang menjalani bimbingan, pendampingan, dan pengawasan oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas).

Baca Juga: 
Serahkan Bantuan Bagi Pelaku Usaha Kecil, Bupati Bone: UMKM Pilar Pertumbuhan Ekonomi

Hal ini dilakukan di luar lembaga pemasyarakatan setelah mendapatkan program integrasi seperti pembebasan bersyarat atau cuti bersyarat.

Fasilitas ini diperuntukkan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang wajib mengikuti bimbingan kemasyarakatan dan wajib lapor, serta berhak atas pendampingan selama proses integrasi ke masyarakat.

“Kita ingin jadikan bangunan ini lebih bermanfaat. Menjadi pusat balai latihan kerja bagi klien pemasyarakatan khususnya narapidana narkoba,” ungkap bupati kepada wartawan SulawesiPos.com

Menurutnya, keberadaan balai latihan kerja ini diharapkan dapat menjadi bekal keterampilan bagi para WBP setelah menyelesaikan masa pidana.

“Jadi ketika mereka kembali ke masyarakat, ada bekal yang dibawa berupa skill atau keterampilan. Jadi nantinya untuk kursi sekolah, dibuatnya di sini. Kita akan lengkapi bangunannya nanti. Ada musala dan lainnya,” tukasnya.

Overview

  • Pemerintah Kabupaten Bone membersihkan bangunan eks lapas bersejarah sebagai langkah awal pemanfaatan ulang untuk kepentingan pembinaan sosial.

  • Bangunan peninggalan tahun 1918 tersebut direncanakan menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi klien pemasyarakatan agar siap kembali ke masyarakat.

  • Program ini melibatkan lintas OPD, Lapas, TNI, dan Polri sebagai bentuk kolaborasi rehabilitasi dan pelestarian cagar budaya.

SulawesiPos.com – Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., memimpin kerja bakti di bangunan eks Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bone di Jalan Merdeka, Kota Watampone, Selasa (27/1/2026).

Kerja bakti ini melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Bone.

Kegiatan tersebut juga diikuti jajaran Lapas Klas IIA Watampone beserta pegawai, dengan dukungan unsur TNI dan Polri.

Bangunan eks Lapas Bone yang berdiri sejak tahun 1918 ini selama bertahun-tahun dijaga oleh Azis Saleh, pegawai eks lapas yang telah mengabdikan diri sejak 1964.

Bupati Bone menyampaikan bahwa bangunan bersejarah tersebut ke depan akan difungsikan sebagai pusat balai latihan kerja klien pemasyarakatan atau Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) atau narapidana yang menjalani bimbingan, pendampingan, dan pengawasan oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas).

Baca Juga: 
KPU Bone Jemput Pemilih Pemula Lewat Program KPU Mengajar

Hal ini dilakukan di luar lembaga pemasyarakatan setelah mendapatkan program integrasi seperti pembebasan bersyarat atau cuti bersyarat.

Fasilitas ini diperuntukkan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang wajib mengikuti bimbingan kemasyarakatan dan wajib lapor, serta berhak atas pendampingan selama proses integrasi ke masyarakat.

“Kita ingin jadikan bangunan ini lebih bermanfaat. Menjadi pusat balai latihan kerja bagi klien pemasyarakatan khususnya narapidana narkoba,” ungkap bupati kepada wartawan SulawesiPos.com

Menurutnya, keberadaan balai latihan kerja ini diharapkan dapat menjadi bekal keterampilan bagi para WBP setelah menyelesaikan masa pidana.

“Jadi ketika mereka kembali ke masyarakat, ada bekal yang dibawa berupa skill atau keterampilan. Jadi nantinya untuk kursi sekolah, dibuatnya di sini. Kita akan lengkapi bangunannya nanti. Ada musala dan lainnya,” tukasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/