24 C
Makassar
3 February 2026, 5:05 AM WITA

Eks Bangunan Lapas Watampone, Saksi Sejarah Eksekusi Tahanan Diduga PKI

Overview

  • Bangunan eks Lapas Watampone menyimpan catatan sejarah kelam terkait eksekusi tahanan diduga PKI pascaperistiwa 1965.

  • Kesaksian mantan pegawai lapas mengungkap penahanan, penyerbuan massa, hingga eksekusi belasan orang pada 13 November 1965.

  • Gedung peninggalan kolonial tahun 1918 tersebut menjadi saksi perubahan kekuasaan dari masa Belanda, Jepang, hingga Indonesia merdeka.

SulawesiPos.com – Bangunan tua eks Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Watampone menyimpan jejak sejarah kelam masa lalu.

Gedung yang berdiri sejak era kolonial ini disebut pernah menjadi lokasi eksekusi terhadap belasan tahanan yang diduga terafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Peristiwa tersebut terjadi pada 13 November 1965, tak lama setelah gejolak politik nasional pasca peristiwa 1965.

Kisah itu disampaikan oleh Azis Saleh, saksi hidup sekaligus mantan pegawai lapas yang hingga kini masih menjaga bangunan eks Lapas Watampone.

Azis Saleh, yang kini berusia sekitar 80 tahun, mengaku mulai mengabdi di lapas sejak tahun 1964.

Ia menceritakan langsung kepada wartawan SulawesiPos.com sejarah dan peristiwa yang menurutnya masih membekas hingga hari ini, Selasa (27/1/2026).

Baca Juga: 
Prakiraan Cuaca Sulsel 21 Januari, Hujan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah

“Jadi ada belasan Anggota PKI yang di eksekusi di bangunan ini,” ujarnya sembari menunjuk area di bagian belakang eks gedung Lapas Bone.

Menurut penuturannya, para tahanan tersebut awalnya diamankan di Gedung SKP, yang saat ini dikenal sebagai Kantor Golkar Bone.

Penangkapan dilakukan setelah aparat mendatangi lokasi tempat para tahanan bersembunyi.

“Waktunya didatangi naik ke atas atap. Setelah mereka ditangkap, malamnya dibawa ke sini, diamankan di sini (bangunan eks Lapas),” ucapnya.

Overview

  • Bangunan eks Lapas Watampone menyimpan catatan sejarah kelam terkait eksekusi tahanan diduga PKI pascaperistiwa 1965.

  • Kesaksian mantan pegawai lapas mengungkap penahanan, penyerbuan massa, hingga eksekusi belasan orang pada 13 November 1965.

  • Gedung peninggalan kolonial tahun 1918 tersebut menjadi saksi perubahan kekuasaan dari masa Belanda, Jepang, hingga Indonesia merdeka.

SulawesiPos.com – Bangunan tua eks Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Watampone menyimpan jejak sejarah kelam masa lalu.

Gedung yang berdiri sejak era kolonial ini disebut pernah menjadi lokasi eksekusi terhadap belasan tahanan yang diduga terafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Peristiwa tersebut terjadi pada 13 November 1965, tak lama setelah gejolak politik nasional pasca peristiwa 1965.

Kisah itu disampaikan oleh Azis Saleh, saksi hidup sekaligus mantan pegawai lapas yang hingga kini masih menjaga bangunan eks Lapas Watampone.

Azis Saleh, yang kini berusia sekitar 80 tahun, mengaku mulai mengabdi di lapas sejak tahun 1964.

Ia menceritakan langsung kepada wartawan SulawesiPos.com sejarah dan peristiwa yang menurutnya masih membekas hingga hari ini, Selasa (27/1/2026).

Baca Juga: 
Modus Dukun Pengobatan Palsu, Pria di Gowa Sulsel Cabuli Dua Perempuan

“Jadi ada belasan Anggota PKI yang di eksekusi di bangunan ini,” ujarnya sembari menunjuk area di bagian belakang eks gedung Lapas Bone.

Menurut penuturannya, para tahanan tersebut awalnya diamankan di Gedung SKP, yang saat ini dikenal sebagai Kantor Golkar Bone.

Penangkapan dilakukan setelah aparat mendatangi lokasi tempat para tahanan bersembunyi.

“Waktunya didatangi naik ke atas atap. Setelah mereka ditangkap, malamnya dibawa ke sini, diamankan di sini (bangunan eks Lapas),” ucapnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/