Produksi garam rakyat dari daerah ini tidak hanya mencukupi kebutuhan Sulawesi Selatan, tetapi juga menyuplai kawasan timur Indonesia.
Selain itu, Jeneponto memiliki potensi besar di sektor perikanan, khususnya sebagai penghasil nener dan benur ikan bandeng yang menjadi komoditas penting bagi pengembangan budidaya tambak di Sulawesi Selatan.
Potensi lain seperti pertanian, peternakan, dan sumber daya kelautan juga terus dikembangkan.
Tantangan Pembangunan dan Wacana Pemekaran
Meski memiliki sumber daya alam dan potensi ekonomi yang besar, Kabupaten Jeneponto masih menghadapi tantangan pembangunan, terutama terkait pemerataan pelayanan publik, keterbatasan infrastruktur, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Luas wilayah, kondisi geografis, serta jarak tempuh antarwilayah yang relatif jauh ke pusat pemerintahan dinilai memengaruhi efektivitas layanan.
Kondisi tersebut mendorong munculnya wacana pemekaran wilayah sebagai salah satu alternatif kebijakan untuk mendekatkan pelayanan publik dan mempercepat pemerataan pembangunan di Jeneponto.
Ketua Umum HMI Cabang Jeneponto, Gunawan, menyebut terbentuknya forum pemekaran daerah sebagai sinyal positif bagi masyarakat.
“Jeneponto masih menghadapi persoalan serius, baik dari sisi jumlah penduduk miskin maupun capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Ini menunjukkan perlunya terobosan kebijakan,” tegas Gunawan dikutip dari BatasKota.id Senin (26/1/2026).

