24 C
Makassar
3 February 2026, 6:46 AM WITA

Profil Kabupaten Jeneponto: Potensi Besar, Tantangan Wilayah, dan Wacana Pemekaran

Overview

  • Kabupaten Jeneponto memiliki potensi besar di sektor garam, perikanan, dan sumber daya alam, namun masih menghadapi tantangan pemerataan pembangunan dan pelayanan publik.

  • Luas wilayah, kondisi geografis, serta masih adanya desa tertinggal dinilai memengaruhi efektivitas layanan pemerintahan di sejumlah kecamatan.

  • Kondisi tersebut mendorong kembali menguatnya wacana pemekaran wilayah sebagai upaya mendekatkan pelayanan dan mempercepat pembangunan daerah.

SulawesiPos.com – Kabupaten Jeneponto merupakan salah satu daerah di Provinsi Sulawesi Selatan dengan pusat pemerintahan berada di Bontosunggu.

Pada tahun ini, Jeneponto genap berusia 163 tahun, mencerminkan perjalanan panjang sejarah pemerintahan, sosial, dan budaya masyarakatnya.

Secara administratif, Kabupaten Jeneponto terbagi ke dalam 11 kecamatan, yakni Bangkala, Bangkala Barat, Binamu, Turatea, Batang, Arungkeke, Tarowang, Tamalatea, Bontoramba, Kelara, dan Rumbia.

Dengan cakupan 113 desa dan kelurahan yang terdiri atas 82 desa dan 31 kelurahan. Dari jumlah tersebut, masih terdapat 50 desa/kelurahan berstatus tertinggal, sementara 63 desa/kelurahan lainnya telah keluar dari kategori tertinggal.

Kondisi Geografis dan Demografi Wilayah

Kabupaten Jeneponto memiliki luas wilayah sekitar 749,79 kilometer persegi dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 423 ribu jiwa pada tahun 2024.

Baca Juga: 
Gagal Evakuasi Udara, Siang Ini Jenazah ATR 42-500 Dimobilisasi dari Titik Ekstrem ke Posko Utama

Secara geografis, wilayah ini terletak pada koordinat 5°23’12”–5°42’1,2” Lintang Selatan dan 119°29’12”–119°56’44,9” Bujur Timur, serta berbatasan dengan Kabupaten Gowa dan Takalar di sebelah utara, Kabupaten Bantaeng di sebelah timur, Kabupaten Takalar di sebelah barat, dan Laut Flores di bagian selatan.

Dalam kehidupan sosial dan budaya, mayoritas masyarakat Jeneponto menggunakan Bahasa Makassar sebagai bahasa sehari-hari, sementara Bahasa Indonesia digunakan dalam urusan pemerintahan, pendidikan, dan aktivitas formal lainnya.

Nilai-nilai budaya lokal masih kuat dan mewarnai kehidupan masyarakat yang sebagian besar bergantung pada sektor agraris dan pesisir.

Potensi Ekonomi Unggulan Daerah

Jeneponto dikenal luas sebagai sentra produksi garam nasional dengan hamparan tambak garam di wilayah pesisir.

Overview

  • Kabupaten Jeneponto memiliki potensi besar di sektor garam, perikanan, dan sumber daya alam, namun masih menghadapi tantangan pemerataan pembangunan dan pelayanan publik.

  • Luas wilayah, kondisi geografis, serta masih adanya desa tertinggal dinilai memengaruhi efektivitas layanan pemerintahan di sejumlah kecamatan.

  • Kondisi tersebut mendorong kembali menguatnya wacana pemekaran wilayah sebagai upaya mendekatkan pelayanan dan mempercepat pembangunan daerah.

SulawesiPos.com – Kabupaten Jeneponto merupakan salah satu daerah di Provinsi Sulawesi Selatan dengan pusat pemerintahan berada di Bontosunggu.

Pada tahun ini, Jeneponto genap berusia 163 tahun, mencerminkan perjalanan panjang sejarah pemerintahan, sosial, dan budaya masyarakatnya.

Secara administratif, Kabupaten Jeneponto terbagi ke dalam 11 kecamatan, yakni Bangkala, Bangkala Barat, Binamu, Turatea, Batang, Arungkeke, Tarowang, Tamalatea, Bontoramba, Kelara, dan Rumbia.

Dengan cakupan 113 desa dan kelurahan yang terdiri atas 82 desa dan 31 kelurahan. Dari jumlah tersebut, masih terdapat 50 desa/kelurahan berstatus tertinggal, sementara 63 desa/kelurahan lainnya telah keluar dari kategori tertinggal.

Kondisi Geografis dan Demografi Wilayah

Kabupaten Jeneponto memiliki luas wilayah sekitar 749,79 kilometer persegi dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 423 ribu jiwa pada tahun 2024.

Baca Juga: 
Prakiraan Cuaca Sulsel Hari Ini 12 Januari, Hujan Ringan dan Waspada Angin Kencang

Secara geografis, wilayah ini terletak pada koordinat 5°23’12”–5°42’1,2” Lintang Selatan dan 119°29’12”–119°56’44,9” Bujur Timur, serta berbatasan dengan Kabupaten Gowa dan Takalar di sebelah utara, Kabupaten Bantaeng di sebelah timur, Kabupaten Takalar di sebelah barat, dan Laut Flores di bagian selatan.

Dalam kehidupan sosial dan budaya, mayoritas masyarakat Jeneponto menggunakan Bahasa Makassar sebagai bahasa sehari-hari, sementara Bahasa Indonesia digunakan dalam urusan pemerintahan, pendidikan, dan aktivitas formal lainnya.

Nilai-nilai budaya lokal masih kuat dan mewarnai kehidupan masyarakat yang sebagian besar bergantung pada sektor agraris dan pesisir.

Potensi Ekonomi Unggulan Daerah

Jeneponto dikenal luas sebagai sentra produksi garam nasional dengan hamparan tambak garam di wilayah pesisir.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/