Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperindah lorong dan dusun, tetapi juga memperkuat budaya hidup bersih, sehat, dan mandiri hingga ke tingkat paling bawah.
“Lomba ini kami jadikan momentum untuk memperbaiki pengelolaan sampah, saluran air, serta penghijauan berbasis tanaman toga, bunga, dan tanaman gizi yang bisa dikonsumsi masyarakat,” ujar Dray.
Ia menjelaskan, penilaian lomba meliputi empat aspek utama, yakni kebersihan dan kesehatan lingkungan, keasrian, keindahan dan penataan, serta partisipasi masyarakat.
Setiap peserta diminta membuat video pendek maksimal tujuh menit sesuai kriteria penilaian dan mengunggahnya pada periode 15–28 Januari 2026.
Dray menambahkan, lomba ini juga sejalan dengan program PKK, khususnya Hatinya PKK, yang kembali digalakkan melalui pemanfaatan pekarangan dan lorong untuk tanaman pangan, obat, dan bunga.
Kami ingin tiap lorong punya papan informasi, misalnya jumlah ibu hamil, kondisi gizi warga, sehingga penanganan gizi buruk dan stunting bisa dilakukan berbasis lingkungan,” katanya.
Panitia akan mengumumkan lokasi yang lolos seleksi administrasi pada 30 Januari 2026, dilanjutkan dengan verifikasi lapangan pada awal Februari sebelum penetapan pemenang.
Lomba Lorong dan Dusun Bugiz merupakan bagian dari program pembangunan berbasis komunitas Pemkab Bone dengan visi Bersama Beramal untuk Bone Lebih Baik, Bone Maberre (Mandiri, Berkeadilan, dan Berkelanjutan). (kar)

