Overview
-
Pemkab Gowa memperkuat penanganan kemiskinan ekstrem melalui Tim LACAK dengan pendataan langsung berbasis kondisi riil masyarakat.
-
Program LACAK dilaksanakan untuk melengkapi data sosial resmi dan memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran bagi keluarga miskin ekstrem.
-
Sepanjang 2025, Tim LACAK telah menyalurkan berbagai intervensi sosial yang didukung anggaran daerah dan relawan di wilayah Gowa.
SulawesiPos.com – Pemerintah Kabupaten Gowa terus memperkuat upaya penanganan kemiskinan ekstrem melalui pembentukan Tim Layanan Cepat Atasi Kemiskinan (LACAK).
Tim ini diturunkan langsung ke lapangan untuk melakukan pendataan berbasis kondisi riil masyarakat guna memastikan bantuan dan intervensi sosial tepat sasaran.
Ketua Tim LACAK Kabupaten Gowa, Kaharuddin Muji, menjelaskan bahwa tantangan utama dalam penanggulangan kemiskinan ekstrem adalah akurasi data.
Ia menyebutkan masih ditemukan keluarga yang tergolong miskin ekstrem namun belum terakomodasi dalam basis data resmi, sehingga luput dari program bantuan pemerintah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase kemiskinan ekstrem di Kabupaten Gowa berada di angka 0,14 persen.
Meski demikian, Kaharuddin menilai masih terdapat ratusan keluarga yang membutuhkan perhatian dan penanganan lebih lanjut.
Ia menjelaskan, LACAK merupakan program lanjutan dari Gowa Sejahtera (Gowa Masunggu) yang dijalankan pada 100 hari kerja pertama Bupati dan Wakil Bupati Gowa periode 2025–2030.
Program ini dirancang untuk melengkapi Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) melalui pendataan langsung ke rumah-rumah warga.
“LACAK memastikan data lebih akurat melalui pendataan langsung dari rumah ke rumah. Data ini melengkapi Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) karena berbasis kondisi faktual di lapangan,” jelas Kaharuddin.
Dalam pelaksanaannya, LACAK didukung oleh relawan Sahabat LACAK yang tersebar di 18 kecamatan, 167 desa dan kelurahan, serta 675 dusun.

