24 C
Makassar
3 February 2026, 6:47 AM WITA

Tim LACAK Gowa Optimalkan Pendataan Lapangan untuk Tekan Kemiskinan Ekstrem

Pendataan dilakukan dari rumah ke rumah dengan asesmen komprehensif meliputi aspek kesehatan, pendidikan, pekerjaan, kondisi rumah, kepemilikan identitas, hingga riwayat penerimaan bantuan.

Data yang dihimpun menggunakan indikator BPS, BKKBN, dan Kementerian Sosial melalui aplikasi Si LACAK, kemudian dilengkapi dengan rekomendasi dan disampaikan kepada Dinas Sosial Kabupaten Gowa untuk ditindaklanjuti.

Sepanjang 2025, hasil kerja Tim LACAK telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Intervensi yang dilakukan antara lain perbaikan 23 rumah tidak layak huni, pembangunan dan rekomendasi 18 rumah, serta fasilitasi akses air bersih PDAM untuk tiga rumah.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan biaya pengobatan bagi 15 kepala keluarga, bantuan modal usaha, serta program Z-Mart untuk 13 kepala keluarga.

Seluruh kegiatan tersebut didukung oleh anggaran Rp213,5 juta selama lima bulan pada 2025.

Untuk mendukung keberlanjutan program, Pemkab Gowa merencanakan alokasi anggaran sebesar Rp500 juta pada 2026, termasuk untuk operasional 867 relawan Sahabat LACAK yang bekerja di seluruh wilayah Kabupaten Gowa.

Baca Juga: 
Evaluasi Pajak dan Retribusi Daerah, BPK Dorong Pemkab Gowa Perkuat Basis Data Pendapatan

“Anggaran tersebut digunakan untuk insentif relawan, perlengkapan dan operasional lapangan, serta pelatihan dan pembekalan. Dengan cakupan wilayah yang luas dan pendampingan langsung kepada masyarakat, anggaran ini masih tergolong terbatas,” pungkas Kaharuddin.

“Anggaran mencakup insentif relawan sekitar Rp100 ribu per bulan, perlengkapan dan operasional lapangan, serta pelatihan dan pembekalan,” pungkas Kaharuddin.

Pendataan dilakukan dari rumah ke rumah dengan asesmen komprehensif meliputi aspek kesehatan, pendidikan, pekerjaan, kondisi rumah, kepemilikan identitas, hingga riwayat penerimaan bantuan.

Data yang dihimpun menggunakan indikator BPS, BKKBN, dan Kementerian Sosial melalui aplikasi Si LACAK, kemudian dilengkapi dengan rekomendasi dan disampaikan kepada Dinas Sosial Kabupaten Gowa untuk ditindaklanjuti.

Sepanjang 2025, hasil kerja Tim LACAK telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Intervensi yang dilakukan antara lain perbaikan 23 rumah tidak layak huni, pembangunan dan rekomendasi 18 rumah, serta fasilitasi akses air bersih PDAM untuk tiga rumah.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan biaya pengobatan bagi 15 kepala keluarga, bantuan modal usaha, serta program Z-Mart untuk 13 kepala keluarga.

Seluruh kegiatan tersebut didukung oleh anggaran Rp213,5 juta selama lima bulan pada 2025.

Untuk mendukung keberlanjutan program, Pemkab Gowa merencanakan alokasi anggaran sebesar Rp500 juta pada 2026, termasuk untuk operasional 867 relawan Sahabat LACAK yang bekerja di seluruh wilayah Kabupaten Gowa.

Baca Juga: 
BMKG Prakirakan Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Sulsel Besok

“Anggaran tersebut digunakan untuk insentif relawan, perlengkapan dan operasional lapangan, serta pelatihan dan pembekalan. Dengan cakupan wilayah yang luas dan pendampingan langsung kepada masyarakat, anggaran ini masih tergolong terbatas,” pungkas Kaharuddin.

“Anggaran mencakup insentif relawan sekitar Rp100 ribu per bulan, perlengkapan dan operasional lapangan, serta pelatihan dan pembekalan,” pungkas Kaharuddin.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/