24 C
Makassar
3 February 2026, 8:04 AM WITA

Seluruh Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Berhasil Diidentifikasi

Overview

  • Seluruh 10 korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.

  • Tim DVI Polda Sulsel memastikan identitas korban sesuai dengan manifes penerbangan melalui proses identifikasi yang tuntas dan akurat.

  • Proses identifikasi jenazah dilakukan menggunakan metode sidik jari yang secara ilmiah memastikan keabsahan identitas seluruh korban.

SulawesiPos.com – Seluruh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, telah berhasil diidentifikasi.

Total sebanyak 10 jenazah dipastikan sesuai dengan data manifes dan telah diserahkan kepada pihak keluarga.

Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro menyampaikan bahwa Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulsel telah menuntaskan proses identifikasi terhadap seluruh kru dan penumpang pesawat tersebut.

“Tim DVI telah berhasil mengidentifikasi seluruh kru dan penumpang pesawat, sebanyak 10 orang yang terdiri dari 7 kru pesawat dan 3 penumpang,” ujarnya Sabtu (24/1/2026).

Ia menegaskan, hasil identifikasi menunjukkan kesesuaian penuh antara identitas jenazah dengan nama-nama yang tercantum dalam manifes penerbangan.

Baca Juga: 
Cuaca Sulsel Relatif Bersahabat Jelang Malam Tahun Baru

Proses identifikasi, kata dia, rampung dilakukan sejak malam sebelumnya melalui berbagai tahapan pemeriksaan.

“Ini bisa teridentifikasi dan identik semua dengan nama-nama korban yang masuk dalam manifest,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Identifikasi (Kapusident) Bareskrim Polri Brigjen Pol Mashudi menjelaskan bahwa metode utama yang digunakan dalam proses identifikasi adalah pencocokan sidik jari.

Metode ini dinilai paling akurat karena setiap individu memiliki pola sidik jari yang unik dan tidak dapat disamakan.

“Kami mengambil perbandingan jempol kanan, alhamdulillah papilernya masih ada,” lanjutnya.

Overview

  • Seluruh 10 korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.

  • Tim DVI Polda Sulsel memastikan identitas korban sesuai dengan manifes penerbangan melalui proses identifikasi yang tuntas dan akurat.

  • Proses identifikasi jenazah dilakukan menggunakan metode sidik jari yang secara ilmiah memastikan keabsahan identitas seluruh korban.

SulawesiPos.com – Seluruh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, telah berhasil diidentifikasi.

Total sebanyak 10 jenazah dipastikan sesuai dengan data manifes dan telah diserahkan kepada pihak keluarga.

Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro menyampaikan bahwa Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulsel telah menuntaskan proses identifikasi terhadap seluruh kru dan penumpang pesawat tersebut.

“Tim DVI telah berhasil mengidentifikasi seluruh kru dan penumpang pesawat, sebanyak 10 orang yang terdiri dari 7 kru pesawat dan 3 penumpang,” ujarnya Sabtu (24/1/2026).

Ia menegaskan, hasil identifikasi menunjukkan kesesuaian penuh antara identitas jenazah dengan nama-nama yang tercantum dalam manifes penerbangan.

Baca Juga: 
Pemprov Sulsel Kembali Salurkan Dua Miliar Bantuan Kemanusiaan ke Aceh, Sumut, dan Sumbar

Proses identifikasi, kata dia, rampung dilakukan sejak malam sebelumnya melalui berbagai tahapan pemeriksaan.

“Ini bisa teridentifikasi dan identik semua dengan nama-nama korban yang masuk dalam manifest,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Identifikasi (Kapusident) Bareskrim Polri Brigjen Pol Mashudi menjelaskan bahwa metode utama yang digunakan dalam proses identifikasi adalah pencocokan sidik jari.

Metode ini dinilai paling akurat karena setiap individu memiliki pola sidik jari yang unik dan tidak dapat disamakan.

“Kami mengambil perbandingan jempol kanan, alhamdulillah papilernya masih ada,” lanjutnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/