24 C
Makassar
3 February 2026, 6:52 AM WITA

Tabur 1 Ton Bahan Semai, Modifikasi Cuaca Bantu Evakuasi Hingga Seluruh Korban ATR Bulusaraung Ditemukan

Dalam setiap sortie, sekitar satu ton bahan kalsium oksida (CaO) disemai ke awan target.

Menyadur RRI, bahan ini bersifat higroskopis dan berfungsi sebagai inti kondensasi untuk mempercepat proses pembentukan butiran hujan.

Secara teknis BMKG terlebih dahulu mengidentifikasi awan potensial serta arah dan kecepatan angin.

Pesawat kemudian masuk ke awan pada ketinggian sekitar 1.500 hingga 4.200 meter di atas permukaan laut, lalu menaburkan bahan semai.

Proses tersebut membuat hujan turun lebih cepat di area yang telah ditentukan, sehingga kandungan awan hujan di sekitar lokasi operasi berkurang.

Dampaknya, intensitas hujan dan kabut di wilayah pencarian dapat ditekan dalam kurun waktu 30 hingga 60 menit setelah penyemaian.

“Dengan cara ini, hujan tidak jatuh di lokasi operasi. Ini sangat membantu membuka visibilitas dan jalur udara bagi helikopter SAR,” jelas Amson.

Arahan Langsung Gubernur Sulsel

Amson mengungkapkan, pelaksanaan OMC merupakan arahan langsung dari Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman setelah meninjau langsung kendala evakuasi di lapangan.

Baca Juga: 
Viral! Hawatia, Seorang PPPK Gowa Dilantik dan Langsung Pensiun Tanpa Terima Gaji

“Pak Gubernur bersama Menteri Perhubungan sebelumnya datang ke posko dan melihat langsung betapa cuaca dan medan menjadi hambatan utama evakuasi,” katanya.

Menurutnya, OMC yang dilaksanakan sejak Selasa (20/1) itu terbukti efektif dan hasilnya langsung dirasakan oleh tim SAR gabungan di lapangan.

Dalam setiap sortie, sekitar satu ton bahan kalsium oksida (CaO) disemai ke awan target.

Menyadur RRI, bahan ini bersifat higroskopis dan berfungsi sebagai inti kondensasi untuk mempercepat proses pembentukan butiran hujan.

Secara teknis BMKG terlebih dahulu mengidentifikasi awan potensial serta arah dan kecepatan angin.

Pesawat kemudian masuk ke awan pada ketinggian sekitar 1.500 hingga 4.200 meter di atas permukaan laut, lalu menaburkan bahan semai.

Proses tersebut membuat hujan turun lebih cepat di area yang telah ditentukan, sehingga kandungan awan hujan di sekitar lokasi operasi berkurang.

Dampaknya, intensitas hujan dan kabut di wilayah pencarian dapat ditekan dalam kurun waktu 30 hingga 60 menit setelah penyemaian.

“Dengan cara ini, hujan tidak jatuh di lokasi operasi. Ini sangat membantu membuka visibilitas dan jalur udara bagi helikopter SAR,” jelas Amson.

Arahan Langsung Gubernur Sulsel

Amson mengungkapkan, pelaksanaan OMC merupakan arahan langsung dari Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman setelah meninjau langsung kendala evakuasi di lapangan.

Baca Juga: 
BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Hujan Lebat Berpotensi Landa Sejumlah Wilayah Sulsel Sore Ini

“Pak Gubernur bersama Menteri Perhubungan sebelumnya datang ke posko dan melihat langsung betapa cuaca dan medan menjadi hambatan utama evakuasi,” katanya.

Menurutnya, OMC yang dilaksanakan sejak Selasa (20/1) itu terbukti efektif dan hasilnya langsung dirasakan oleh tim SAR gabungan di lapangan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/