Satu di antaranya telah berhasil dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.
Syafii menyebut, evakuasi jenazah yang masih berada di lokasi akan kembali mengandalkan helikopter jika cuaca memungkinkan.
Namun, apabila kondisi kembali memburuk, jalur darat tetap menjadi alternatif utama sebagaimana operasi sebelumnya.
“Kalau cuaca mendukung, evakuasi menggunakan pesawat. Tapi kalau tidak, kita lakukan evakuasi darat,” ucap Syafii
Sementara itu, Kepala BPBD Sulawesi Selatan, Amson Padolo, mengungkapkan bahwa pelaksanaan OMC merupakan arahan langsung dari Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, setelah meninjau langsung tantangan di lapangan.
“Pak Gubernur dan pak Menteri Perhubungan sebelumnya mendatangi langsung posko Aju dan melihat kendala sulitnya evakuasi karena faktor cuaca dan medan yang terjal,” kata Amson.
Atas dasar kondisi tersebut, Gubernur Sulsel kemudian menginstruksikan agar dilakukan modifikasi cuaca untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi.
Menurut Amson, kebijakan tersebut terbukti efektif karena hasilnya langsung dirasakan oleh tim SAR gabungan.
Ia menjelaskan, operasi modifikasi cuaca dilaksanakan oleh BMKG dengan dukungan TNI Angkatan Udara sejak Selasa (20/1).
Setiap sortie dilakukan dengan menyemai sekitar satu ton bahan kalsium oksida (CaO) dari udara menggunakan pesawat Cessna.
“Kita bersyukur OMC yang dilaksanakan BMKG bersama Pemprov Sulsel membawa hasil yang signifikan dalam mengurangi turunnya hujan dan mengurai kabut di lokasi pencarian, sehingga memberi hasil yang positif bagi pergerakan tim SAR gabungan,” ucapnya.

